Warga Lumbis Ogong Minta PLTA Segera Dibangun

benuanta.co.id, NUNUKAN – Masyarakat kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan mengharapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bisa dikerjakan, sehingga tidak dalam pengkajian terus menerus.

Camat Lumbis Ogong, Dauth Yangi, mengatakan, untuk izin lokasi sudah diterbitkan oleh pemerintah desa setempat, namun masih dalam kajian, sebenarnya pembangunan PLTA sudah lama dilakukan, namun hingga saat ini berganti kontraktor yang mengelolanya.

Lanjutnya, pihaknya akan melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat di wilayah yang terdampak. “Mudah-mudahan bisa terlaksana,” kata Dauth, kepada benuanta.co.id, Ahad (13/11/2022).

Baca Juga :  382 Personel Damkar Nunukan Disiagakan Penuh Selama Libur Idulfitri

Sedangkan lokasi yang akan digunakan ini tidak bermasalah namun hingga saat ini warganya berada di wilayah Kecamatan Lumbis. Menurutnya jika PLTA nantinya bisa dibangun tentu warganya akan kembali ke Lumbis Ogong. “Warga saya tinggal di wilayah orang setelah adanya PLTA secara otomatis mereka akan pindah ke Lumbis Ogong,” jelasnya.

Sebenarnya Pembangunan PLTA ini sudah sejak lima tahun belakangan, namun saat itu hanya pengkajian, sehingga dia dan masyarakat sangat berharap ini bisa terealisasi. Selain PLTA, pasti dampak positif akan ada pembukaan jalan, peluang untuk bekerja juga akan terbuka.

Baca Juga :  Harga Cabai Rawit di Nunukan Tembus Rp 150 Ribu per Kg

Selain persoalan listrik, kata Dauth Yangi, pemerintah provinsi juga harus memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, terutama di daerah yang selama ini masih terisolasi.

Dirinya yakin jika jalan antardesa maupun antarkecamatan hingga ke ibu kota kabupaten mulus, bisa membantu masyarakat untuk menjalankan roda perekonomian. “Jadi masyarakat selama ini sebenarnya memiliki penghasilan yang berlimpah ruah, tapi sepanjang jalan belum bisa tembus. Maka penghasilan yang dari desa itu tidak bisa disalurkan ke tempat lain,” urainya.

Baca Juga :  Jemaah Salat Idulfitri 1447 H Diingatkan Tidak Tinggalkan Sampah Kardus di Masjid

Oleh karenanya, Dauth Yangi mengatakan, dengan terbukanya akses jalan tersebut, maka penghasilan yang ada di setiap desa bisa tersalurkan ke tempat lain.

“Seperti di daerah terpencil mereka sudah mulai untuk berusaha. Tapi, bagaimana kegiatan mereka ini bisa meningkatkan penghasilannya kalau jalan saja belum teratasi, tetap saja tidak bisa dijual. Oleh karenanya, infrastruktur jalan juga harus menjadi program prioritas,” harapannya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *