benuanta.co.id, NUNUKAN – Forum Masyarakat Adat Lintas Etnis (FORMALINE) Kabupaten Nunukan, gelar pertemuan santai sembari ngopi-ngopi, untuk membahas tentang isu-isu yang terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan serta isu-isu menjelang tahun politik.
Kegiatan itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, Unsur Forkopimda Nunukan, Ketua Formaline Nunukan Sumari, Ketua PSMTI Adi Wijaya sebagai tuan rumah, serta para ketua adat atau etnis di Nunukan.
Formaline terdiri dari 12 etnis yang ada di Kabupaten Nunukan. Pertemuan santai sembari ngopi-ngopi, baru pertama kali mereka adakan dan kegiatan seperti ini akan berlanjut setiap dua minggu atau satu bulan sekali secara bergiliran sebagai tuan rumah dari 12 Etnis yang ada.
Ketua Formaline Nunukan Sumari mengatakan, menjelang tahun-tahun politik seperti ini kegiatan Pertemuan santai sembari ngopi-ngopi atau yang di kenal coffe morning sangat dibutuhkan, karena menjelang pemilu tensi politik pasti akan tinggi.
“Formaline ini tidak berpolitik praktis akan tetapi setiap anggotanya diperbolehkan berpolitik tetapi tidak mengatasnamakan organisasi,” kata Sumari, Sabtu (12/11/2022).
Sekretaris Daerah, Serfianus menyambut baik dan mengapresiasi dengan diadakannya kegiatan coffee morning yang di adakan oleh Formaline.
“Walaupun kita kepulauan dan di perbatasan namun semua agama ada, semua suku ada, jadi dengan adanya Formaline ini representasi dari semua yang ada atau mendiami di Kabupaten Nunukan,” ujarnya.
Sementara itu, jadi jika berbicara persoalan antar etnis teman-teman dari Formalin bisa mempersatukan bangsa. Dan ini nantinya bisa menjadi mediasi dari berbagai persoalan yang terjadi baik menyangkut suku, agama, dan lainnya serta akan melibatkan stakeholder yang terkait, sehingga terjadi komunikasi yang baik dan tentunya akan menciptakan kondisi di wilayah Kabupaten Nunukan yang tetap aman dan kondusif.
“Faktor keamanan ini sangat penting, apalah artinya kita berkonflik jika menghambat pertumbuhan ekonomi dan kegiatan-kegiatan pembangunan. Ketika adanya gangguan dari aspek keamanan tentu ini akan menjadi persoalan kita,” jelasnya.
Selain aparat keamanan, masyarakat juga memiliki tugas menjaga Kabupaten Nunukan agar tetap aman, kondusif, serta mencegah hal-hal yang bersifat ilegal, baik obat-obatan terlarang, di wilayah Kabupaten Nunukan.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







