benuanta.co.id, NUNUKAN – Bibir pantai wilayah Nunukan terlihat kumuh dikarenakan banyaknya sampah dari botol plastik yang berserakan. Hal itu menjadi keperihatinan Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah.
“Saya melihat faktor kepedulian terhadap lingkungan itu masih kurang, jadi saya mengajak masyarakat untuk peduli, jika bukan kita siapa lagi,” ujar H. Hanafiah, Kamis (10/11/2022).
Selama ini bibir pantai di daerah tersebut kerap digunakan aktivitas nelayan pembudidaya rumput laut. Ia juga mengingatkan agar sampah plastik pelampung dapat dikumpulkan, sehingga tidak berserakan di mana-mana. Jika masyarakat mengumpulkan sampah tersebut juga akan memudahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengangkut sampah.
“Jika sudah terkumpul beberapa karung hubungi kami, dalam hal ini DLH agar bisa diangkut,” jelasnya.
Dia berharap kepada masyarakat, khususnya nelayan agar bersama-sama bijaksana dalam mengolah sampah.
Terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Nunukan, Muhammad Irfan Ahmad mengatakan pengurangan sampah dapat dilakukan langsung dari sumbernya, yakni berasal dari rumah tangga khususnya sampah plastik.
“Kita sudah mengimbau kepada masyarakat untuk dapat memilah dan memanfaatkan sampah plastik untuk daur ulang dan bisa dijual untuk mengahasilkan uang,” jelasnya.
Diungkapkannya, pengurangan sampah dari sumbernya dapat dilakukan dengan memilah dan mengumpulkan sampah-sampah plastik maupun botol-botol bekas yang dapat mendatangkan keuntungan jika dijual ke bank-bank sampah terdekat. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







