benuanta.co.id, NUNUKAN – Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Nunukan akan dijadikan Ayah Bunda asuh anak stunting se-kabupaten Nunukan. Upaya mempercepat mengurangi jumlah Stunting.
Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah mengatakan, saat ini angka Stunting di Nunukan mencapai 14,3 persen sekitar 653 anak menderita stunting yang nantinya akan menjadi calon asuh.
“Kita menginginkan adanya partisipasi dan kontinuitas dari OPD, agar mengambil tanggung jawab satu orang per OPD, Per kecamatan termasuk di Desa dan Kelurahan agar mereka bisa menjadi bapak asuh stunting ,” kata H. Hanafiah, kepada benuanta.co.id, Senin (7/11/2022).
Penderita stunting dalam waktu selama tiga bulan harus memberikan bantuan yang sudah di rekomendasikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, apa-apa saja nantinya yang dibutuhkan oleh anak-anak stunting.
“Setelah tiga bulan kita berikan nantinya akan kita evaluasi, jika didapatkan peroleh hasil yang bagus maka anak itu tidak perlu lagi mendapatkan bantuan, namun anak lainnya yang akan di asuh untuk di tangani,” jelasnya.
Dalam satu setahun OPD mengasuh 4 anak yang dapat ditangani, hal itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga terhadap anak yang mengalami stunting.
“Jika program ini bisa berjalan dengan baik paling tidak 400 hingga 500 orang terkurangi jumlah penderita stunting di Kabupaten Nunukan,” ujarnya.
Ditambahkan Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hj. Miskia, menjelaskan data terakhir intervensi stunting di bulan Juni tahun 2022 berada di 13,8 persen dengan jumlah 634 balita pada bulan Agustus meningkat menjadi 14,3 persen sekitar 1200 anak stunting.
“Ini tidak akan menurunkan angka jika ada intervensi langsung dari kita. Maka dari itu kita perlu berkolaborasi dan berkomitmen bersama untuk menjalankan rencana aksi yang salah satunya adalah intervensi gerakan ayah/bunda anak stunting,” pungkasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







