Tote Bag Tas Belanja Sebagai Pengganti Kantong Plastik di Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan mulai memberlakukan penggunaan tas belanja sebagai pengganti kantong plastik di Nunukan kepada pelaku usaha.

Bila dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk pencegahannya, penumpukan sampah plastik ini akan menjadi masalah yang serius. Masalah yang akan terjadi bukan hanya menyangkut manusia saja, namun juga seluruh ekosistem yang ada di bumi.

Sekretaris DLH Nunukan, Fredy Gomiko menjelaskan, pergeseran paradigma ini penting. Karena diakui dengan paradigma lama masyarakat Nunukan masih cuek terhadap sampah. Menggunakan peralatan makan dan kantong plastik plastik, menjadi sumber paling mudah digunakan untuk sampah.

Baca Juga :  Dukungan Penuh Inorga, KORMI Nunukan Nyatakan Siap jadi Tuan Rumah Forda 2026

“Bukan mewajibkan, tapi kita menyarankan kepada pelaku usaha agar mereka bisa menyiapkan tas belanja, untuk pengganti tas plastik,” kata Fredy, Ahad (23/10/2022).

Seperti Tote Bag sebagai pengganti plastik hingga saat ini sudah mulai digunakan banyak orang termasuk di Nunukan. Tas ini juga sering dikenal dengan sebutan tas kanvas. Ada berbagai motif lucu yang bisa pilih. Selain menjadi tas belanja, banyak yang menggunakan tote bag untuk berbagai kegiatan.

Baca Juga :  47 Personel Satpol PP Nunukan Terjun Langsung Amankan 5 Titik Pos Terpadu Operasi Kayan

Beberapa pelaku usaha di Nunukan telah melakukan pengolahan sampah di tempat usaha. Contohnya, Hotel Fortune mulai mengurangi botol kemasan di kamar, ganti teko air dan gelas kaca. Kapanpun habis, bisa isi ulang kapanpun di dispenser yang disediakan.

Di rumah makan Bambu Kuning, pembeli tambah tiga ribu rupiah apabila tidak membawa wadah sendiri (khusus dibawa pulang). Sampah plastik dikumpulkan dan diambil oleh staf DLH, sementara sampah organik bekas masakan diambil oleh pengusaha bebek.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Tradisional

Lebih lanjut Fredy menambahkan untuk memulai gaya hidup minim sampah. Misalnya ngopi ditempat pakai gelas atau cangkir, tidak pakai sekali gelas pakai. Untuk kopi take away bisa membawa botol sendiri.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *