benuanta.co.id, NUNUKAN – Empat tersangka yakni MS, KS, MA dan YU dugaan kasus korupsi pembangunan septic tank program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) telah resmi telah dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan sejak Senin (17/10/2022) lalu selama 20 hari hingga 5 November 2022 mendatang di Lembaga Pemasyarakatan (Lepas) Kelas IIB Nunukan.
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan untuk menjalani proses penahanan, saat ini keempat tersangka ditahan di sel isolasi.
“Kita masih menerapkan ketentuan isolasi selama dua Minggu bagi tahanan baru seperti di masa pandemi,” ujar I Wayan Nurasta Wibawa kepada benuanta.co.id, Rabu (19/10/2022).
Sementara itu, I Wayan mengatakan untuk keempat tahanan baru yang dititipkan oleh Kejari Nunukan tersebut akan ditempatkan di Penaling Blok A dan Blok B.
“Jadi untuk dua tersangka laki-laki itu diletakan di Blok A sedangkan untuk dua tersangka perempuan ditempatkan di Blok B, karena di blok-blok tersebut ada sel isolasinya,” katanya.
Ditegaskannya, selama masa penahanan di sel isolasi, keempat tahanan tidak diperbolehkan mendapat kunjungan sehingga mereka baru diperbolehkan menerima kunjungan dari pihak keluarga setelah dua minggu pasca penahanan di Lapas, hal ini lantaran masih dalam masa pandemi.
“Dua Minggu dulu baru boleh di kunjungi, kita tentunya harus pastikan dulu keempatnya harus steril dulu baru bisa kita baurkan dengan tahanan lainnya,” ungkapnya.
Dijelaskannya, untuk pihak keluarga tersangka yang nantinya ingin melakukan kunjungan harus memiliki surat izin dari Kejari Nunukan selaku pihak yang menetapkan penahanan keempat orang tersebut.
“Harus punya izin dari kejaksaan, kalau tidak mengantongi izin tentu pihak keluarga tidak diperbolehkan untuk melakukan kunjungan terhadap para tersangka,” tegasnya.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







