benuanta.co.id, NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid meresmikan Rumah Wisata Kuliner Pesisir Nunukan (Wakul Pesisir) di jalan Tanah merah, Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan pada Selasa, 8 Maret 2022 lalu. Namun kini Wakul Pesisir itu seperti mati suri tidak lagi beroperasi.
Rumah Wisata Kuliner Pesisir ini memiliki 17 gerai, yang dibangun oleh kotaku, yang telah diserahkan ke Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) ke LKM, lalu dari LKM ke Balai, lalu dari Balai ke Kelurahan dan kemudian dari kelurahan ke kelompok pemanfaatan dan pemelihara.
Saat itu Koordinator Kotaku Kabupaten Nunukan, Deby Suzana mengatakan, Objek wisata yang diresmikan itu agar bisa membawa dampak baik bagi para pelaku UMKM di Nunukan.
Menyikapi persoalan itu, Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Terpadu Lestari Nunukan Utara, Tamrin membeberkan bahwa Rumah Wisata Kuliner Pesisir tidak lagi beroperasi beberapa bulan belakangan ini, sehingga pihaknya telah melakukan rapat atau pertemuan bersama dengan pelaku usaha. Untuk melakukan evaluasi terhadap kedua, memberikan waktu tenggang.
“Kami sudah ingatkan, dalam satu bulan ini terhitung sejak tanggal 15 Oktober 2022 mereka harus buka, tapi jika tidak dibuka kami akan berikan surat peringatan agar mengeluarkan barang mereka, dan akan digantikan dengan yang lain,” tegasnya.
Lanjut dia, Rumah Wisata Kuliner Pesisir ini dia tidak ingin ada yang hanya berpikiran untuk menguasai atau memiliki, ini tidak diinginkan karena apa yang dibangun Kotaku benar-benar bisa bermanfaat untuk masyarakat.
Alasan tidak dioperasikannya Rumah Wisata Kuliner Pesisir ini bagi pelaku usaha dan memiliki gerai karena belum ramai.
“Kalau alasannya belum ramai, kalau bukan kita yang kasih ramai nggak bakalan ramai. Jadi kita sudah melakukan evaluasi sehingga kita mengharapkan bangunan itu sesuai dengan manfaatnya,” kata Tamrin, Senin (3/10/2022).
Padahal tempat Rumah Wisata Kuliner Pesisir sudah bangus tinggal bagaimana memanfaatkan, jika menunggu semuanya di fasilitas itu tidak mungkin, sebagai pelaku usaha yang harus bagaimana mengembangkan usahanya.
Kata Tamrin, ada 16 pelaku usaha yang saat ini dilakukan evakuasi, masih ada daftar tunggu sebelumnya yang mendaftar atau mengajukan permohonan, jika 16 ini tidak beroperasi maka akan dilakukan penggantian, dan diberikan jangka satu pekan untuk mengeluarkan barang mereka.
“Bangunan ini tidak disewakan seharusnya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







