benuanta.co.id, NUNUKAN – Intensitas curah hujan yang tinggi telah mengakibatkan banjir yang menimbulkan bencana longsor yang terjadi di Krayan Selatan sejak 5 September lalu.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengungkapkan titik longsor terjadi di jalan provinsi yakni daerah Po’ Terutong yang menghubungkan Kecamatan Krayan Selatan melintasi Kecamatan Krayan Barat ke Kecamatan Krayan induk.
“Ada 3 titik longsor dan jembatan yang putus, titik pertama itu di Po’Terutong longsor sepanjang 300 meter, dan jembatan putus menuju SMAN 1 Krayan Selatan sepanjang 30 meter dan Jembatan penyeberangan Long Birar sepanjang 15 meter,” ujar Oktavianus kepada benuanta.co.id, Kamis (15/9/2022)
Oktavianus mengatakan hingga saat ini akses jalan yang tertutup longsor belum bisa dilalui, lantaran bencana longsor tersebut belum ditangani. Selian itu, Ia mengungkapkan dampak dari bencana longsor yang terjadi membuat akses jalan dari Krayan Selatan ke Krayan Induk terputus sehingga pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mesin PLN menipis.
Diungkapkannya, sebelum musibah longsor yang terjadi, jam operasional PLN yakni selama 12 jam mulai dari pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita. Namun sejak Rabu, 14 September, Oktavianus mengatakan stok BBM untuk mesin PLN sudah menipis sehingga jam operasionalnya diturunkan yakni hanya beroperasi selama 6 jam.
“Sejak tadi malam, lampu hanya beroperasi dari pukul 18.00 Wita hingga 24.00 Wita itu karena stoknya sudah menipis, kalau sampai habis dua hari ke depan ini pasti mati total,” ungkapnya.
Disampaikannya, apabila PLN tidak beroperasi maka jaringan telepon juga akan terputus hal ini dikarenakan tower jaringan membutuhkan suplai dari listrik PLN.
“Dari pihak PLN kemarin coba mau kirim lewat pesawat, tapi pilotnya tidak berani untuk landing karena landasan pacu tanah tidak keras sehingga tidak bisa dijadikan tempat mendarat,” katanya.
Tidak hanya kebutuhan BBM yang menipis, kebutuhan sembako masyarakat seperti gula, minyak dan lainnya yang selama ini di pasok dari Krayan Induk mulai langkah.
Oktavianus menambahkan, upaya membuat jalan setapak atau jalan darurat yang bisa dilalui kendaraan roda dua dan orang telah dibuat akan tetapi jalan tersebut kembali tertimbun longsor sehingga tidak bisa untuk dilalui kembali.
“Itu kemarin tanahnya masih bergerak jadi ada potensi untuk longsor lagi, tidak tauh kalau hari ini seperti apa lagi karena semalam hujan lagi,” ucapnya.
Saat ini status bencana longsor di Krayan Selatan tanggap darurat bencana yang telah ditetapkan oleh BPBD kabupaten Nunukan.
“Informasinya dari BPBD untuk bantuan kepada warga, rencananya hari ini mulai droping kebutuhan ke Krayan Selatan, tapi terakhir saya dapat informasi ada masalah teknis pilotnya sakit jadi kemungkinan minggu depan akan ada jadwal kembali pesawat kecil Smart Avition yang muat 500 Kg barang,” pungkasnya.(*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







