benuanta.co.id, NUNUKAN – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Nunukan, mulai dilakukan pencarian.
Terpantau puluhan masyarakat sangat antusias mengantre untuk melakukan pencarian BLT BBM tersebut.
Husna, salah satu masyarakat Kelurahan Nunukan Tengah mengungkapkan sangat bersyukur dengan adanya BLT dari Pemerintah Pusat.
“Kita bersyukur ada bantuan begini, jadi uangnya bisa kita pakai buat beli beras.” ungkap Husna kepada benuanta.co.id, Selasa (13/9/2022).
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Faridah Aryani mengungkapkan untuk penyaluran BLT BBM, ada sebanyak 9.919 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Nunukan yang akan menerima BLT tersebut.
“Untuk masyarakat yang berhak menerima BLT BBM ini tentunya yang datanya sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kita,” ujar Faridah kepada benuanta.co.id.
KPM yang terdata dalam DTKS merupakan keluarga sebagai penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dan ada juga yang sebagai penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).
Dikatakan Faridah Untuk BLT BBM subsidi yang akan diterima totalnya sebesar Rp600 ribu per KPM. Namun pencariannya dilakukan secara bertahap.
Untuk tahap pertama pencarian BLT BBM yakni Rp300 ribu dan tahap keduanya akan dilakukan di bulan Desember Rp300 ribu sehingga totalnya 4 bulan.
“Selain pencarian BLT BBM tersebut, BPNT senilai Rp200 ribu juga dicairkan, jadi total bantuan yang cair itu Rp 500 ribu per KK, sedangkan untuk pencarian BLT tahap ke dua nantinya itu di bulan Desember lagi,” jelasnya.
Faridah mengatakan, penerima BLT BBM diambil dari data DTKS sehingga yang dipastikan menerima manfaat BLT BBM tersebut merupakan dari keluarga yang kurang mampu dan berhak menerima bantuan tersebut.
Terkait penyaluran BLT BBM, Faridah mengatakan untuk penyalurannya di tahun 2022 ini hanya dilaksankan untuk 4 bulan.
“Kalau untuk di tahun ini penyalurannya hanya untuk 4 bulan saja, kalau untuk di tahun depan apakah akan ada lagi penyaluran atau seperti apa kita belum tahu, kita belum mendapatkan informasi terkait hal tersebut,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Matthew Gregori Nusa







