Stunting Pengaruhi Indikator Kesehatan Masyarakat Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Tingkat kesehatan masyarakat di Kabupaten Nunukan, setiap tahunnya semakin membaik. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Sabaruddin, mengatakan tingkat kesehatan masyarakat dilihat dari kematian ibu dan bayi, serta dari kasus stunting.

Stunting sendiri atau kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak, akan berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.

Baca Juga :  DLH Nunukan Siapkan Jadwal Pengangkutan Sampah Dua Kali Sehari saat Lebaran

“Kita dibawah angka nasional, melihat dari target itu bahwa masyarakat Nunukan sehat. Walaupun begitu kita tidak berhenti sampai di situ saja, tetap akan terus berusaha memperbaiki sehingga tidak adalagi angka kematian ibu di Nunukan,” kata Sabaruddin, Kamis (7/4/2022).

Jadi langkah yang dilakukan akan terus berbenah melakukan pelayanan agar kesehatan ibu saat hamil bisa terjaga dan aman, dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman Jelang Lebaran

Dari hasil evaluasi Dinas Kesehatan, salah satu penyebab terjadinya stunting di Kabupaten Nunukan adalah kurangnya asupan gizi saat bayi masih dalam kandungan. Termasuk pola asuh juga turut mempengaruhi terjadinya stunting.

“Sekitar 30 persen bayi di Kabupaten Nunukan yang lahir dengan berat badan rendah pada tahun 2021,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya terus mendorong agar penanganan stunting di Kabupaten Nunukan terus berjalan dan dapat ditekankan hingga nol kasus. (*)

Baca Juga :  PMI Nunukan Turunkan 11 Personil Jemput Kepulangan Deportasi Pekerja Migran Indonesia

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *