benuanta.co.id, NUNUKAN – Basma, perempuan 60 tahun. Ia pedagang asongan di pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Profesi itu digeluti Basma sejak 1999 silam. Artinya, hampir 23 tahun menjadi pedagang asongan.
Pengalaman Basma, mengaku rela kucing-kucingan dengan petugas supaya bisa masuk di kawasan pelabuhan untuk menjajakan barang dagangannya.
Menurutnya, setiap keberangkatan kapal dia menjajakan barang dagangannya dan terkadang mereka diusir karena masuk area terlarang untuk berjualan.
“Saya berjualan area pelabuhan Tunon Taka ini sejak tahun 1999 hingga saat ini berarti ada 23 tahun sudah saya berjualan seperti ini, kadang di usir oleh petugas, karena tidak boleh berjualan di dalam area pelabuhan, tapi kita diam saja tidak bisa melawan karena itu tugasnya,” ujar Basma, Ahad (13/2/2022).
Walaupun begitu ternyata langkah itu tidak menyurutkan Basma untuk tetap menjajakan barang dagangannya di pelabuhan Tunon Taka. Hanya dengan begitu Basma bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama keluarganya.
Kata Basma, walaupun diusir oleh petugas dirinya menurut saja, setelah petugas pergi ia kembali membawa dagangan jualannya. “Karena memenuhi kebutuhan sehari bersama anak, sementara suami sudah meninggal pada tahun 2004,” jelasnya.
Menurutnya, inilah tempat dia mencari uang, dan di pelabuhan dagangannya cukup laris, apalagi saat keberangkatan kapal. Dalam sehari dia bisa mendapatkan penghasilan Rp 100-200 ribu.
“Dengan penghasilan segitu cukup tak cukup harus dicukupi, beli garam, lombok tomat dan lainnya (untuk keperluan dapur) ,” jelasnya.
Sedangkan barang yang dia jual, modalnya dia beli sendiri, terkadang mengambil barang orang terlebih dahulu baru dijual. Barang yang dia jual belum habis makan akan dikembalikan ke toko.
“Kita itu walaupun tidak ada modal barang yang kita jual ini kita ambil dulu di toko langganan setelah laku untungnya buat kita, sedangkan model disetor kembali tempat ambil barang,” terangnya.
Basma sangat berharap sebagai pedagang asongan mereka meminta tempat yang menetap untuk berjualan dan jangan jauh dari tempat penumpang. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







