benuanta.co.id, NUNUKAN – Kayu nibung yang dibanderol dengan harga yang cukup tinggi mulai langka. Pasalnya, kayu ini banyak digunakan masyarakat nelayan untuk penjemuran rumput laut dan bisa juga digunakan untuk tiang, seperti bagang tempat penangkapan ikan teri.
Ketua Kelompok Nelayan Bagang Tancap Sungai Taiwan Pulau Sebatik, Kadir mengatakan langkanya kayu di Sebatik ini ternyata berhubungan dengan penyelundupan ke Indra Sabah Malaysia dengan pasaran lebih mahal.
Dalam satu ikatan itu mereka bisa mendapatkan 14 ribu Ringgit Malaysia (RM) jika dirupiahkan mencapai Rp. 47,6 juta. Sedangkan di Indonesia pulau Sebatik hanya dibanderol harga Rp. 20 juta.
“Menjadi permasalahan nelayan saat ini kayu itu tidak hanya di jual di wilayah Sebatik saja, melainkan masuk ke negara tetangga yakni Indra Sabah Malaysia,” jelasnya kepada benuanta.co.id, Kamis (27/1/2022).
Banyak nelayan yang saat ini mengeluhkan langkanya batang kayu nibung ini. Jika nibung ini dikirim ke Indra Sabah Malaysia yang juga banyak bagang nya. Bisa memicu harga ikan drop di Sebatik.
“Hasil lebih banyak di Malaysia, sehingga akan berdampak ikan kita di sebatik akan turun,” jelasnya.
Menanggapi permasalahan di pulau Sebatik terutama dengan adanya penyelundupan kayu nibung, Gubenur Kalimantan Utara Drs. H. Zainal A. Paliwang mengatakan masyarakat harus melaporkan hal itu.
“Saya saja baru pernah mendengar hal tersebut, jika ada terjadi penyeludupan segera laporkan, di sini ada angkatan laut, beacukai, Polairud,” tegas H. Zainal.
Zainal menyampaikan, masyarakat jangan segan-segan dan takut untuk melaporkan penyelundupan atau hal serupa lainnya, sehingga warga tidak terlalu banyak dirugikan dan perekonomian daerah maupun negara tidak terganggu. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Matthew Gregori Nusa







