benuanta.co.id, NUNUKUN – Rustam (21) ditemukan meninggal dunia dengan keadaan tergantung di dalam kamar sebuah cafe kosong lama tak difungsikan. Lokasi korban ditemukan di jalan Pasar Baru Jembatan Bokok RT 4 Kelurahan Nunukan Timur, Selasa (23/11).
Wakil Kepala Polsek Nunukan IPTU Ardiansyah membenarkan dugaan Rustam tewas setelah gantung diri. Menurutnya, cafe yang tak difungsikan biasa tempat istirahat Anak Buah Kapal (ABK) Mustika 5 GT 34 No 234/LLr, yang mengangkut tabung gas elpiji 3 kg dari Tarakan.
Diketahui, Rustam adalah warga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tengah yang ikut merantau bersama orang tuanya ke Kabupaten Nunukan.
Informasi dari kepolisian yang diperoleh dari saksi, sebelum ditemukan tewas gantung diri pada pukul 21.30 Wita, korban sempat menelpon pacarnya. Namun tak diangkat.
“Rustam dan pacarnya terjadi selisih paham masalah percintaan, korban cemburu kepada pacarnya saat itu berkali-kali meminta bertemu. Korban mengancam akan bunuh diri jika tidak mau bertemu (korban),” kata Ardiansyah.
Ucapan korban yang diingat saksi, korban mengancam akan meminum kuku bima energi dicampur autan.
Nama pacar korban melalui chat di dalam Hpnya adalah Nerva. Terakhir rekaman chatting Rustam dengan kekasihnya Senin (22/11) Sekira pukul 23.15 wita, dengan kalimat terakhir meminta maaf jangan sampai menyesal jika sudah tidak melihat dirinya.
“Jangan menyesal jika sudah tidak melihatnya lagi. Korban ini sudah punya niat bunuh diri,” jelasnya.
Saksi mata yang pertama kali melihat korban adalah bapaknya sendiri. Dengan cepat sang bapak memotong seutas tali yang terlilit di leher korban dengan posisi tubuh tergantung.
Orang tua korban menolak anaknya dilakukan visum sehingga dibuatkan berita acara penolakan visum oleh polisi. “Jenazah mau dibawa ke Sebatik dan akan dikebumikan di sana,” terangnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







