benuanta.co.id, NUNUKAN – Warga Nunukan seperti tidak mau melewati momen tahunan ini dalam menyambut Bulan Muharram seperti tradisi masyarakat berdagang dan berbelanja yang jatuh pada 10 Muharam 1443 H atau tanggal 19 Agustus 2021.
Kegiatan tersebut dipusatkan di sekitaran kantor Kelurahan Nunukan Barat, tepatnya di depan dan samping kantor. Beberapa aparat gabungan juga terlihat melakukan penjagaan terhadap protokol kesehatan. Jika ada masyarakat yang tak mengenakan masker, petugas pun akan memberikan masker secara gratis.
Nurpiah, salah satu pengunjung yang berbelanja perabot rumah seperti ceret, keranjang dan serta perabotan lainnya memanfaatkan kesempatan setahun sekali tersebut. Pasalnya barang yang dijual juga sangat murah.
“Sengaja berbelanja karena 10 Muharam dan barang yang dijual juga murah,” ungkap Nurpiah.
Lurah Nunukan Barat, Sudiasih mengatakan jauh-jauh hari berbagai pedagang juga berdatangan ke kantornya untuk meminta izin melakukan penjualan pada 10 Muharam yang merupakan tradisi masyarakat.
“Saat itu belum saya izinkan, karena saya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan instansi terkait. Baik dari aparat Satpol PP, perhubungan, TNI dan Polri serta Satgas Covid-19. Setelah mendapat persetujuan maka diperbolehkan namun dengan syarat harus prokes,” ujar Sudiasih kepada benuanta.co.id.
“Kami tekankan kepada pedagang agar menyiapkan seperti tempat mencuci tangan, gunakan masker, mematuhi protokol kesehatan. Kita juga membagikan masker kepada pengunjung jika tidak menggunakan masker,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kasatpol PP Nunukan Abdul Kadir menuturkan saat ini pelaksanaan PPKM level 4 sudah tidak dilakukan lagi lantaran di Kabupaten Nunukan kini sudah masuk level 3. Namun dengan adanya kegiatan 10 Muharam ini berdasarkan surat perintah dari bupati, maka pihaknya melakukan pengawasan terhadap masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Kegiatan seperti ini merupakan tradisi masyarakat, saya lihat di lapangan sangat kurang dibandingkan tahun lalu yang biasanya penuh dan banyak orang. Ini saya perkirakan hanya 100 orang,” jelas Abdul Kadir.
Sedangkan kegiatan ini akan berlangsung hingga sore hari, dia juga menekankan baik masyarakat maupun pedagang agar selalu patuh dengan protokol kesehatan agar tidak ada klaster baru yang bermunculan akibat Covid-19. (*)
Reporter: Darmawan
Editor : Yogi Wibawa/Ramli







