Satgas Covid-19 Nunukan Gencar Tracing Kasus di Sembakung, Warga Jalani Isoman Dapat Bantuan Pangan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kecamatan Sembakung belum juga mengalami penurunan kasus hingga Selasa (10/8/2021) hari ini. Tercatat, setidaknya ada 70 orang yang kini harus menjalani perawatan.

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Desa Atap, Sahrin mengatakan pihaknya tengah menggencarkan tracing terhadap warga yang kontak erat dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tak hanya itu, Satgas juga memasang stiker di setiap rumah warga yang dinyatakan positif Covid-19 dan tengah melakukan isolasi mandiri (isoman).

Baca Juga :  36 Paket Zakat Profesi Disalurkan di Pulau Sebatik Timur

“Warga kita ini ada yang mau dipasang stiker dan ada juga tidak mau, dengan berbagai alasan,” kata Sahrin kepada benuanta.co.id, Selasa (10/8/2021).

Dia menekankan warga agar tetap patuh menjalani isoman dengan tetap berada di rumah, dan tidak berkeluyuran yang dapat dapat meresahkan warga lainnya.

Sebab, selama ini pihaknya banyak mendapat laporan dari warga adanya warga isoman yang tidak patuh. “Kami hanya melakukan teguran, untuk sangsi itu belum ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Padati GOR Dwikora Saksikan Final Futsal Ramadhan Cup

Kemudian warga yang menjalani isoman juga akan diberikan paket sembako setiap rumah, dan saat ini diketahui ada 15 rumah yang sudah disalurkan bantuan tersebut.

“Bantuan itu berupa beras, kopi, gula, teh, susu, garam, minyak makan telur, susu, dan sayur mayur,” terangnya.

Selain Desa Atap, sepuluh desa lainnya di Kecamatan Sembakung juga tercatat ada 54 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani isoman.

“Kita juga tidak tahu siapa yang sudah kontak erat terhadap pasien Covid-19 yang ada di Kecamatan Sembakung, Desa Atap sehingga membuat kita kesulitan. Jadi langkah yang kami ambil jika ada yang mengalami keluhan dan laporan kami akan melakukan swab,” bebernya.

Baca Juga :  TP PKK Nunukan Gelar Bakti Sosial, Beri Santunan ke 100 Anak Yatim di Bulan Ramadan

Selain itu, pintu masuk Desa Atap, baik darat maupun pelabuhan dilakukan penjagaan dengan ketat untuk memberlakukan swab antigen secara acak. Jika ditemukan ada yang reaktif, maka tidak diperbolehkan masuk ke Sembakung dan diminta kembali pulang. (*)

Reporter: Darmawan

Editor : Yogi Wibawa/Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *