NUNUKAN – Warga Desa Atap Kecamatan Sembakung mau tak mau menjalankan puasa ramadan dalam keadaan banjir, yang merendam pemukiman warga Desa Atap sejak Ahad lalu. Banjir yang sudah berangsur surut tiga hari belakangan ini ditengerai kiriman dari Malaysia.
Warga Tembelunu, Rika mengatakan banjir merupakan salah satu hal yang wajar bagi warga Kecamatan Sembakung. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, banjir kali ini dalam suasana ramadan.
“Kami mau kemana-mana harus menggunakan perahu, karena air banjir ini sangat dalam. Tapi Alhamdulillah hari ini air sudah perlahan-lahan surut, semoga saja tidak ada hujan di hulu,” kata Rika.
Selain itu, Wati warga Desa Tagul juga merasakan banjir ini di daerahnya sehingga harus membiasakan diri menggunakan perahu bila ada keperluan. “Iya kami mau ke warung untuk belanja ta’jil atau pergi harus pakai perahu kerena banjir,” jelasnya.
Banjir yang setiap harinya mengalami penurunan debit air itu tampak juga di jembatan milik warga yang sudah mulai terlihat. Sebab, di awal banjir melanda Desa Atap, jembatan penyebrangan di desa itu sempat tenggelam dan memtus akses warga. (*)
Reporter: Darmawan
Editor : Nicky Saputra







