NUNUKAN – Di tengah wabah Covid-19 saat ini, masyarakat di beberapa daerah di Nunukan mendapat ujian tambahan. Yakni banjir yang melanda kawasan mereka. Seperti yang terjadi di wilayah Tembelunu Desa Atap, Kecamatan Sembakung. Sejumlah infrastruktur pendidikan dan kesehatan terendam banjir.
Namun air kiriman dari Malaysian itu sudah mulai surut. Akibat banjir yang melanda di Kecamatan Sembakung, warga Desa Tepian dan Desa Pelaju, panen ikan dan udang pada, Jumat (10/4/2020) kemarin sekitar pukul 05.00 Wita.
Seorang wara Desa Lubakan, Shadri mengatakan, mulai pukul 05.00 Wita sampai malam kemarin, ramai perahu di sungai untuk memungut ikan dan udang yang timbul di permukaan air.
“Ini adalah hikmah dari banjir. Aliran air di hulu sungai sangat deras sehingga airnya keruh dan memabukkan berbagai jenis ikan dan udang,” kata Shadri kepada benuanta.co.id, Sabtu (11/4/2020) melalui pesan singkat.
Selain itu, lanjut Shadri, ini adalah keajaiban dari Allah yang diberikan kepada masyarakat Sembakung. Ia merasa aneh ikan dan udang ini hanya timbul di daerah Desa Tepian dan Desa Pelaju saja. Sedangkan Desa Tagul ke hulu itu tidak timbul.
“Ini dampak dari derasnya aliran sungai, sehingga mengikiskan tanah di berbagai teluk- teluk dan terjadilah air bercampur tanah atau yang dikatakan keruh dan terdorong air pasang besar dari hilir sungai. inilah yang menyebabkan ikan dan udang timbul,” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







