NUNUKAN – Banjir yang merendam pemukiman di Kecamatan Sembakung, dari 10 Desa, ada 8 Desa yang terdampak dan 661 kepala keluarga (kk) dengan jumlah jiwa yakni mencapai 2.752 orang.
Kepala BPBD Provinsi Kaltara Andi Santiaji mengatakan, dari 8 desa yang terendam, yang parah itu beranda di Desa Atap, seperti di Kampung Tembelunu.
“Dari 8 Desa yang terdampak banjir di kecamatan sembakung, sebanyak 553 rumah warga yang terendam, singgah saat ini,” kata Andi Santiaji, Kepada benuanta.co.id, Senin (18/1/2021).
Lanjut dia, banjir di kecamatan sembakung merendam ratusan rumah dan ratusan hektare sawah bahkan beberapa pasilitas publik seperti Puskemas pembantu, sekolah, kantor pemadam kebakaran, dan beberapa pasilitas lainnya.
“Sawah mereka ini sudah siap panen, karena adanya banjir sehingga mereka gagal panen,” jelasnya.
Dia juga menghimbau kepada masyarakat di kecamatan sembakung untuk tetep waspada dan berhati-hati dengan dampak banjir yang saat ini merendam pemukiman warga. Apalagi listrik masih tetap hidup walaupun situasi banjir.
Ditambahkan Dari Ketua Siaga Bencana Sembakung Abdullah, Saat ini air banjir sudah perlahan surut. “ketinggian air di kecamatan Sembakung hari ini, Senin 18 Januari 2021, jam 08:11 Wita pagi tadi, yakni 4,25 cm, ada penurunan,” ujarnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







