NUNUKAN – Sebanyak 145 siswa dan mahasiswa asal Indonesia yang merupakan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Sabah Malaysia, yang akan melanjutkan pendidikan di Indonesia, tiba melalui pintu masuk Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (31/12/2020).
Setibanya di Nunukan, pihak Imigrasi melakukan pemeriksaan dokumen. Selain itu, petugas Pengawasan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tarakan Wilayah Kerja (Wilker) Nunukan, juga melakukan tes swab antigen kepada 145 pelajar tersebut, dan didata ulang oleh pihak UPT BP2MI Nunukan.
Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat BP2MI Nunukan, Arbain mengatakan, kedatangan siswa dan Mahasiswa ini ke Indonesia dari Sabah Malaysia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“kami dari BP2MI Nunukan hadir di sini sebagai pemerintah demi memegang amanah Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017, bahwa perlindungan itu bukan hanya PMI saja, juga untuk anak-anak PMI, keluarga dan istri maupun keluarga yang terdekat,” kata Arbain kepada benuanta.co.id, Kamis (31/12/2020).
Sedangkan jumlah yang diterima hari ini Kamis, (31/12/2020) pelajar dan mahasiswa ini sebanyak 145 orang, dengan tujuan pendidikan di Sulawesi Selatan 8 orang ditambahkan 1 guru, Jawa Timur 51 orang dengan 1 guru, Jawa Barat 9 dan Banten 17 orang dan 1 guru, Kalimantan Selatan 27 yang didampingi 3 guru, Bali 1 orang dan NTB 2 dan 1 guru pendamping, Jawa Tengah 21 orang 1 guru pendamping, sedangkan dari Yogyakarta 7 siswa dan satu pendamping.
Dari 145 ini yang tiba di Nunukan akan dilakukan tes swab antigen, walaupun mereka sudah di-swab di daerah sebelumnya. Ini berdasarkan aturan yang baru, di mana setiap kedatangan harus dilakukan swab antigen.
Dikatakan Arbain, selanjutnya 145 siswa dan mahasiswa ini akan ditampung satu malam di rusunawa. Pada tanggal 1 Januari 2021 akan digeser ke Tarakan lalu akan menuju tempat mereka menempuh pendidikan.
“Untuk biaya akan ditanggung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan BP2MI hanya memfasilitasi swab antigen dan akomodasi, konsumsi selama di Nunukan yang menjadi tanggung jawab kami,” jelasnya.(*)
Reporter: Daramwan
Editor : M. Yanudin







