NUNUKAN – Gereja Katolik St. Gabriel Nunukan menggelar ibadah Misa Natal tatap muka. Ibadah Misa Natal dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sejak kedatangan jemaat hingga berlangsungnya doa dan khutbah di dalam ruangan.
Sebelum para jemaat memasuki ruangan, terlebih dahulu melakukan registrasi yakni memperlihatkan nomor duduk. Karena setiap kursi menggunakan nomor. Jika tidak memiliki nomor tetap bisa ikut ibadah, namun disediakan tempat di luar gedung untuk tetap mengikuti ibadah.
Ketua DPP Gereja Katolik St. Gabriel Nunukan, Arsenius Sele, S.Pd mengatakan, Gereja Katolik ini bisa menampung jemaat sebanyak 2.000 umat, karena saat ini masih pandemi covid-19, maka hal itu dilakukan pengurangan. Jadi dalam satu sesi ibadah ada sekitar 250 orang yang memasuki ruangan.
Gereja Katolik St. Gabriel ini juga memiliki tim kesehatan, sehingga sebelum perayaan Natal ruangan dilakukan penyemprotan disinfektan. Di pintu masuk juga dilakukan pengecekan suhu, mencuci tangan dengan sabun, dan menggunakan masker, dan menjaga jarak.
“Perayaan Natal itu dilaksanakan 4 kali yang diawali pada pukul 06.00 Wita dan akan dilanjut pada pukul 08.00, dan jam 10.00 hingga pukul 16.00 Wita,” kata Arsenius, kepada benuanta.co.id, Jumat (25/12/2020).
Lanjut dia, dalam satu kursi biasanya bisa diduduk hingga 15 orang, namun saat ini hanya dibatasi 3 orang yang bisa duduk.
“Tema natal pada saat ini, “Sabda telah menjadi manusia dan tinggi di antara kita”, umat Katolik diharapkan memegang teguh iman Katoliknya dengan tetap menjaga toleransi antar umat beragama,” harapnya.
Arsenius Sele mengimbau kepada seluruh umat Gereja Katolik yang ada di Kabupaten Nunukan agar tetap mematuhi protokol kesehatan, baik itu di rumah maupun pada saat mengikuti perayaan Natal. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







