18 Ekor Sapi Bibit Dari Nunukan Dikarantina Sebelum Ke KTT

NUNUKAN – Bibit ternak adalah semua hasil pemuliaan ternak yang memenuhi persyaratan tertentu untuk dikembangbiakkan. Indukan ternak yang sehat akan menghasilkan anakan yang sehat sehingga akan didapat stok pangan yang berkualitas.

Untuk memastikan kualitas dan kesehatan terhadap sapi bibit, Karantina Pertanian Tarakan Wilker Nunukan melakukan tindakan karantina hewan terhadap 18 ekor sapi bibit yang akan dilalulintaskan ke Kabupaten Tana Tidung.

Baca Juga :  Pemda Nunukan Tarik Barang Kedaluwarsa dari Toko

Nunukan (08/11), Pejabat Karantina Pertanian Tarakan Wilker Nunukan melakukan pengambilan sampel darah pada 18 ekor sapi bibit yang rencananya akan dilalulintaskan menuju Kabupaten Tana Tidung.

Sampel yang telah diambil kemudian langsung dikirim ke laboratorium karantina hewan untuk dilakukan deteksi Brucellosis dengan menggunakan metode uji Rose Bengal Test (RBT).

RBT merupakan metode pemeriksaan cepat yang umum digunakan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap bakteri Brucella sp. yang menyebabkan penyakit Brucellosis. Brucellosis sendiri dapat menyebabkan abortus pada ternak yang sedang bunting. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap penyakit Brucellosis diperlukan pada sapi bibit.

Baca Juga :  Sebanyak 118 WNI Akan Dideportasi dari Malaysia

“Hasil pemeriksaan fisik dan uji RBT dari sampel yang diperiksa nanti, akan menjadi dasar dalam penerbitan sertifikat kesehatan hewan (KH-11) sebelum dilalulintaskan menuju Kabupaten Tana Tidung,” terang Budi, dokter hewan karantina.(*)

Reporter: Yogi Wibawa

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *