benuanta.co.id, NUNUKAN – Komitmen menjaga kedaulatan wilayah perbatasan kembali ditegaskan melalui pembukaan Patroli Terkoordinasi (Patkor) Seri 1 Tahun 2026 antara Satgas Pamtas Batalyon Kavaleri 13/Satya Lembuswana (TNI AD) dan Batalyon 7 RAMD Tentara Darat Malaysia (TDM).
Kegiatan tersebut resmi dimulai di Pos Serudong, Malaysia, pada Senin (06/04/26), sebagai bagian dari sinergi kedua negara dalam memperkuat pengamanan di garis perbatasan darat Indonesia–Malaysia, khususnya di wilayah Kabupaten Nunukan.
Dansatgas Pamtas Yonkav 13/Satya Lembuswana, Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana, menegaskan bahwa patroli bersama ini tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga memastikan kejelasan batas negara tetap terjaga.
“Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan tidak ada perubahan maupun pergeseran patok batas di wilayah yang telah disepakati kedua negara,” ungkap Ikhsan pada Kamis (09/04/2026).
Menurutnya, Patkor menjadi langkah strategis dalam mencegah potensi konflik maupun kesalahpahaman antar personel di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas negara.
Lebih dari sekadar pengamanan, kegiatan ini juga dinilai efektif dalam meningkatkan profesionalisme prajurit serta mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia.
“Interaksi langsung antar prajurit menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan dan saling pengertian,” tambahnya.
Patroli gabungan ini merupakan bagian dari kerja sama militer yang telah lama terjalin antara kedua negara serumpun. Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya mengandalkan batas alam seperti pegunungan, hutan, dan sungai, tetapi juga memeriksa patok batas buatan serta pos pengamanan yang tersebar di sepanjang garis perbatasan.
Sementara itu, Pasiter Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL, Kapten Kav Yurika Anggoro Putra, menyampaikan bahwa patroli ini juga difokuskan untuk mengantisipasi berbagai aktivitas ilegal di wilayah perbatasan.
“Patkor ini penting untuk mencegah penyelundupan barang terlarang sekaligus membangun rasa saling percaya antar prajurit kedua negara,” jelasnya.
Patkor Seri 1 Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, dengan melibatkan masing-masing 17 personel dari TNI dan 17 personel TDM. Selama kegiatan berlangsung, tim gabungan akan menyusuri jalur perbatasan guna memastikan kondisi patok batas tetap aman dan sesuai kesepakatan bersama. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







