benunata.co.id, NUNUKAN – Cadangan air pada embung milik PDAM Nunukan kian menipis seiring berlanjutnya cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan debit ini mulai berdampak pada layanan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan, Arpiansyah, menyampaikan bahwa kondisi Embung Bolong saat ini berada pada level yang cukup mengkhawatirkan. Dari kapasitas normal sekitar 450.000 meter kubik, kini tersisa kurang lebih 90.000 meter kubik air.
“Ketinggian air tinggal sekitar satu meter. Dengan kondisi ini, cadangan diperkirakan hanya mampu bertahan hingga lima hari ke depan,” ujar Arpiansyah pada Senin, (06/04/26).
Sementara itu, Embung Sei Bilal masih memiliki cadangan yang relatif lebih aman. Dari kapasitas maksimal 85.680 meter kubik, saat ini tersisa sekitar 69.000 meter kubik, dengan estimasi daya dukung suplai hingga dua pekan.
Meski demikian, penurunan debit air secara keseluruhan memaksa PDAM Nunukan menerapkan sistem distribusi bergilir sebagai langkah antisipasi agar layanan tetap menjangkau seluruh pelanggan.
Menurut Arpiansyah, berkurangnya pasokan air baku disebabkan minimnya curah hujan, sehingga pengisian embung tidak berjalan optimal.
“Kondisi ini membuat kapasitas tampungan jauh dari normal. Kami terus berupaya menjaga distribusi tetap berjalan,” tambahnya.
PDAM Nunukan mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama masa krisis ini. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan langkah penanganan darurat, termasuk penyaluran air bersih melalui mobil tangki ke wilayah terdampak.
Situasi ini kembali menegaskan pentingnya pengelolaan sumber air baku yang berkelanjutan, mengingat ketergantungan Nunukan terhadap embung sebagai sumber utama air bersih masih sangat tinggi. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







