Ops Ketupat Kayan Berakhir, Polres Nunukan Klaim Pelanggaran Lalu Lintas Turun 15 Persen

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026 yang digelar selama periode arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri di wilayah Kabupaten Nunukan resmi berakhir pada 25 Maret 2026.

Operasi yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026 ini bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas masyarakat. Berdasarkan data analisa dan evaluasi (anev) Polres Nunukan, sejumlah indikator menunjukkan tren yang terkendali.

Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas menyampaikan, secara umum situasi kamtibmas selama pelaksanaan operasi terpantau aman dan kondusif. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas maupun angka kecelakaan.

“Selama Operasi Ketupat Kayan 2026, kami mencatat adanya penurunan pelanggaran lalu lintas hingga sekitar 15 persen. Selain itu, angka kecelakaan juga menurun, baik dari jumlah kejadian maupun tingkat fatalitasnya,” sebut Bonifasius.

Berdasarkan data penegakan hukum lalu lintas (gakkum), tercatat sebanyak 8 tindakan tilang manual tanpa adanya penindakan melalui ETLE statis maupun mobile. Seluruh pelanggaran didominasi kendaraan roda dua (R2) sebanyak 8 kasus, sementara kendaraan roda empat dan roda enam tidak tercatat.

Adapun jenis pelanggaran yang ditemukan meliputi tidak menggunakan helm sebanyak 4 kasus, pengendara di bawah umur 1 kasus, serta penggunaan knalpot brong sebanyak 3 kasus.

Sementara itu, data kecelakaan lalu lintas mencatat 2 kejadian dengan korban luka berat sebanyak 2 orang, tanpa korban meninggal dunia maupun luka ringan. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp3.000.000.

Di bidang preemtif, Polres Nunukan aktif melakukan sosialisasi melalui berbagai media, dengan rincian 178 kegiatan melalui media cetak dan 119 melalui media sosial. Selain itu, terdapat 3 titik daerah rawan kecelakaan dan pelanggaran yang menjadi fokus perhatian.

Upaya penyebaran informasi juga dilakukan melalui pemasangan 4 spanduk, pembagian 95 leaflet, serta 79 stiker kepada masyarakat.

Dari sisi pelayanan masyarakat, tercatat pergerakan penumpang di 5 pelabuhan dengan jumlah keberangkatan sebanyak 10.895 orang dan kedatangan 10.288 orang selama periode operasi.

Kegiatan lalu lintas lainnya juga cukup intensif, meliputi 242 kegiatan pengaturan, 35 penjagaan, 10 pengawalan, serta 185 patroli, dengan total 472 kegiatan.

Bonifasius menerangkan, beberapa faktor yang mendukung keberhasilan operasi ini antara lain peningkatan patroli di titik rawan, pengaturan lalu lintas di kawasan padat, serta edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan berkendara.

Selain itu, sinergi antara TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait turut berperan penting dalam menjaga stabilitas selama masa mudik.

Di sektor pengamanan, aparat juga berhasil mengantisipasi potensi gangguan seperti tindak kriminalitas dan kemacetan di jalur utama maupun pelabuhan penyeberangan. Aktivitas masyarakat selama perayaan Idulfitri berlangsung lancar tanpa gangguan berarti.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas, tidak hanya saat operasi berlangsung, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari.

“Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Kayan 2026, aparat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dan kepatuhan hukum semakin meningkat, demi terciptanya lingkungan yang aman dan tertib di wilayah perbatasan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *