benuanta.co.id, NUNUKAN – Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H di Kabupaten Nunukan membawa dampak signifikan pada volume produksi sampah rumah tangga dan pasar.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan mencatat adanya kenaikan volume sampah mencapai 30 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Kepala Bidang Persampahan DLH Nunukan, Irfan menyatakan jika pada hari normal volume sampah berkisar di angka 15-20 ton, pada puncak Lebaran angka tersebut melonjak hingga menyentuh angka 26 ton per hari.
“Lonjakan terpantau paling tinggi terjadi di beberapa titik strategis, di antaranya Kawasan Pasar Jamaker dan Pasar Inhutani yang Didominasi sampah organik dan sisa kemasan logistik,” ungkapnya.
Kemudian, pasca pelaksanaan salat, petugas banyak mendapati sampah kertas dan kardus yang digunakan sebagai alas. Selebihnya sampah ditemukan menumpuk di sejumlah TPS yang merupakan sampah rumah tangga.
Diungkapkannya, untuk menghindari penumpukan yang berlarut-larut di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), DLH Nunukan menerapkan sistem kerja shift bagi petugas kebersihan.
“Kami tetap menyiagakan petugas meskipun di hari H Lebaran. Armada truk sampah dikerahkan hingga tiga kali putaran (rit) per hari untuk memastikan tidak ada sampah yang meluber ke badan jalan,” jelasnya.
Dikatakannya, sebanyak 8 unit truk pengangkut dan 2 untuk dump minim tambahan serta puluhan petugas dikerahkan sejak dini hari untuk menyisir jalan-jalan protokol dan area permukiman padat penduduk.
Melihat kondisi ini, Pemerintah Daerah terus mengimbau masyarakat untuk membungkus sampah dengan rapi sebelum ditaruh di TPS agar tidak berantakan tertiup angin atau diacak hewan, menghindari penggunaan plastik sekali pakai saat berwisata di hari libur lebaran.
“Yang paling penting mematuhi jam buang sampah agar jadwal pengangkutan petugas tetap efisien,” tambahnya.
Hingga H 3 Lebaran, situasi kebersihan di Kota Nunukan dilaporkan tetap terkendali meskipun beban kerja petugas meningkat drastis. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







