benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan mengungkapkan bahwa sebagian besar sampah yang dihasilkan masyarakat masih belum dipilah dari sumbernya.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Nunukan, Muhammad Irfan Akmad, mengatakan kondisi tersebut membuat proses pengelolaan sampah menjadi lebih sulit.
“Mayoritas sampah yang masuk ke TPS maupun TPA masih bercampur antara organik dan non-organik, idealnya, masyarakat sudah mulai memilah sampah dari rumah agar pemrosesan di tempat pengolahan bisa lebih efisien,” ujar Irfan, pada rabu (18/03/26).
Ia mengatakan, petugas DLH saat ini tetap melakukan pemilahan di TPS 3R maupun di TPA.
Namun, langkah tersebut sebenarnya bisa diminimalkan jika masyarakat disiplin memilah sampah sejak awal.
“Kami berharap masyarakat membiasakan diri memisahkan sampah organik dan non-organik di rumah, dengan kebiasaan sederhana ini, sampah bisa dikelola lebih baik, mengurangi pencemaran, dan mempermudah proses daur ulang,” jelasnya.
DLH Nunukan juga mengajak warga untuk saling mengingatkan, terutama bagi yang tinggal di sekitar TPS atau kontainer, agar sampah dimasukkan ke tempatnya dan tidak ditinggalkan di luar. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







