Di Bawah Kepemimpinan Laura-Faridil, UMKM di Nunukan Semakin Berkembang

NUNUKAN – Usaha Star Up dan ekonomi kreatif konvensional di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, semakin menjamur akhir-akhir ini sejak tiga tahun terakhir, berkat adanya dorongan dan kemudahan perizinan dari pemerintah daerah setempat. Star Up yang cukup berkembang tersebut berupa makanan, kuliner, minuman, pakaian baru maupun bekas.

Berkembangkannya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Nunukan, disambut baik oleh seorang warga bernama Makinun Amin. Ia katakan, UMKM di daerah itu cukup pesat disebabkan respons pemerintah daerah yang terus mendorong menjadi aspek penentunya.

Baca Juga :  4 Eks PMI Terlantar Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Ditampung Sementara di Shelter Sosial

Pemkab Nunukan di bawah kepemimpinan Hj. Asmin Laura Hafid-H Faridil Murad, dinilai Makinun sangat respek dengan usaha star up maupun ekonomi kreatif. Sehingga jumlahnya kian tak terbendung. Termasuk usahanya yang memproduksi tepung dari bahan baku singkong yang tak luput dari perhatian Pemkab Nunukan dalam hal pengembangannya.

Ekonimi kreatif yang menjamur di pinggir jalan protokol maupun lorong-lorong di Kabupaten Nunukan ini berupa kafe, warung makan dan restoran ini menjadi salah satu pengangkat perekonomian daerah. Oleh karena itu, Makinun menyambut baik atas perhatian dan kemudahan izin dari Pemkab Nunukan selama ini.

Baca Juga :  Bupati Nunukan Hadiri Peringatan Malam Nuzulul Qur'an 1447 Hijriah

Ia menambahkan, perihal produk tepung miliknya sampai sekarang perizinan dan pemasarannya diakomodir oleh Pemkab Nunukan melalui instansi terkait. Bahkan pada peluncuran perdana produk UMKM ini dihadiri langsung oleh Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid yang kini sedang cuti karena mengikuti pilkada serentak 2020.

Tepung mokaf yang diberi merek “cazzava” ini murni berbahan baku singkong lokal yang dikerjasamakan dengan masyarakat setempat. Hingga saat ini, luas lahan singkong melalui tiga sistim kerja sama yakni mandiri, plasma dan bagi hasil telah mencapai 40 hektare.

Baca Juga :  Konsulat RI Tawau Bantu Pembuatan SBPK bagi Anak Pekerja Migran Indonesia

Berkat kemudahan dari Pemkab Nunukan ini pula, produksi tepung yang dikelolanya telah mencapai 500 kilogram perhari. Ketersediaan produksi ini, masih dipasarkan untuk kebutuhan masyarakat Nunukan.

Walaupun memang, kata Makinun, sudah ada permintaan dari Kota Tarakan hingga negeri jiran Malaysia. Hanya saja, kata dia, belum menyanggupi permintaan tersebut karena masih fokus memenuhi kebutuhan masyarakat Nunukan.(*)

 

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *