Pasien Rujuk ke Luar Nunukan Diklaim Menurun

benuanta.co.id, NUNUKAN– RSUD Nunukan mencatat adanya penurunan pasien yang memilih berobat lewat rujukan ke luar daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau, mengatakan pada awal tahun 2025 jumlah pasien yang berobat di RSUD Nunukan berkisar antara 4.000 hingga 4.500 orang setiap bulan. Namun, seiring peningkatan pelayanan, justru terlihat peningkatan jumlah pasien mencapai lebih dari 5.000 hingga 6.000 pasien per bulan.

Menurutnya, peningkatan jumlah pasien tersebut bukan disebabkan oleh meningkatnya angka masyarakat yang sakit, melainkan karena semakin sedikit masyarakat yang memilih berobat ke luar daerah.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, Polres Nunukan Buka Puasa Bersama Elemen Masyarakat

“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Nunukan terus meningkat. Banyak warga yang sebelumnya berobat ke luar daerah kini lebih memilih mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Nunukan karena kualitas layanan yang semakin membaik,” ujar dr. Andi Bau.

Sejak menjabat sebagai Plt. Direktur RSUD Nunukan pada Mei 2025, dr. Andi Bau melakukan berbagai inovasi guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Untuk program jangka pendek, RSUD Nunukan melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya rehabilitasi Gedung Anggrek dan Bougenville, memfungsikan Gedung Mawar yang telah selesai direhabilitasi pada 2025, menambah layanan cathlab, serta membangun gedung Cytotoxic.

Baca Juga :  Kolaborasi BPBD dan PMI Tangani Bencana Banjir di Nunukan

Sementara itu, untuk program jangka menengah, pihaknya berencana memfungsikan salah satu gedung keperawatan menjadi ruang perawatan paviliun, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga medis. Peningkatan ini mencakup pengembangan dokter umum dan dokter gigi menjadi spesialis, serta spesialis menjadi subspesialis, termasuk peningkatan kompetensi tenaga kesehatan lainnya yang dibutuhkan.

Saat ini RSUD Nunukan memiliki total 681 karyawan yang terdiri dari 196 Aparatur Sipil Negara (ASN), 49 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), 294 PPPK paruh waktu, serta 142 tenaga non-ASN. Idealnya, rumah sakit tersebut membutuhkan sekitar 830 tenaga kerja, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 149 orang.

Baca Juga :  Joned: Hubungan Bupati Nunukan dan Wakilnya Tetap Baik

Meski demikian, pihak RSUD Nunukan tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memaksimalkan potensi tenaga medis yang tersedia.

“Kegiatan inti atau core business RSUD Nunukan adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan fokus pada pelayanan kuratif dan rehabilitatif, tanpa mengabaikan upaya promotif serta preventif dalam bidang kesehatan” tutupnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *