benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, pada Kamis (05/03/26).
Asisten Administrasi Umum Setda Nunukan, Sirajuddin, mengatakan bahwa kegiatan ini menghadirkan narasumber dari PT. Trada dan diikuti oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, baik secara luring maupun daring.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta kesiapsiagaan petugas atau operator (call taker) dan instansi terkait dalam merespon laporan kegawatdaruratan masyarakat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Sirajuddin menyampaikan bahwa tugas utama pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun demikian, pemerintah juga menyadari bahwa pelaksanaan tugas tersebut belum selalu berjalan secara optimal karena berbagai keterbatasan.
“Karena keterbatasan itu pula, pemerintah terkadang tidak mengetahui secara menyeluruh berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam waktu dekat berencana meluncurkan pusat layanan atau call center 112 sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, aduan, kritik, maupun masukan kepada pemerintah daerah.
Sirajuddin menjelaskan, dalam pelaksanaannya nanti layanan call center 112 akan melibatkan seluruh instansi yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap melalui kegiatan bimtek ini para peserta dapat memperoleh pemahaman yang menyeluruh, mengingat mereka nantinya akan menjadi garda terdepan dalam pengoperasian layanan call center 112.
“Peserta harus dibekali pemahaman mulai dari sisi teknis, mekanisme penanganan aduan, standar pelayanan, hingga etika yang harus dipatuhi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Sirajuddin juga menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Menurutnya, jangan sampai aduan masyarakat tidak mendapat respon hanya karena adanya ego sektoral antar instansi.
“Bimtek ini diharapkan mampu menyinkronkan hubungan antar instansi sesuai dengan kewenangannya masing-masing, sehingga setiap aduan masyarakat dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” tegasnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







