Dinkes Nunukan Imbau Warga Jaga Daya Tahan Tubuh di Tengah Isu Super Flu

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan, Hj. Miskia, mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit flu.

Penyakit ini diindikasikan meningkat lantaran adanya perubahan musim. Meski demikian, ia tetap meminta kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir berlebihan terkait isu super flu yang belakangan beredar.

“Flu itu penyakit musiman, masyarakat tidak perlu khawatir dengan yang disebut super flu, karena sebenarnya itu juga flu biasa,” kata Miskia.

Adapun saat ini Nunukan sedang memasuki musim hujan dan musim buah, kondisi yang kerap memicu meningkatnya kasus flu di masyarakat. Sehingga ia minta agar masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat.

Baca Juga :  Diskominfo Nunukan Tentukan Titik Lokasi Pemasangan Vidiotron

“Sekarang ini musim hujan dan musim buah, kami harapkan masyarakat menjaga kesehatan dengan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan minimal berolahraga 15 menit. hidup dengan pola Germas itu yang perlu kita terapkan,” ujarnya.

Miskia menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di Kabupaten Nunukan. Ia menilai, super flu tidak perlu ditakuti karena penanganannya sama seperti flu pada umumnya.

“Di Kabupaten Nunukan belum ada super flu, sebenarnya super flu itu tidak perlu ditakuti, karena itu flu biasa dan penanganannya juga sama. Lalu waktu pemulihan tergantung daya tahan tubuh, biasanya satu sampai dua minggu itu masih normal,” jelasnya.

Baca Juga :  Sukseskan Pemutakhiran Data Tunggal 2026, Pemkab Sinergi Bersama BPS Nunukan

Ia menyarankan, ketika masyarakat mulai merasakan tidak enak badan, langkah awal yang dapat dilakukan adalah beristirahat dengan cukup dan memenuhi asupan gizi.

“Kalau merasa tidak enak badan, cukup istirahat, makan makanan bergizi, bila perlu minum obat flu. Jangan lupa minum vitamin untuk menjaga kekebalan tubuh, dan tetap jaga protokol kesehatan,” tuturnya.

Miskia menegaskan, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri sendiri menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit. Selain itu, pihaknya juga berharap adanya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan sekitar, termasuk memperhatikan kelompok rentan seperti ibu hamil.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan dan Danlanud Bersinergi Jaga Keamanan di Perbatasan

“Kami berharap peran masyarakat bagaimana ikut meningkatkan kesehatan, memperhatikan lingkungannya, misalnya memperhatikan ibu hamil di sekitarnya,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya peningkatan kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan saja. Dukungan lintas sektor dan peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar program kesehatan dapat berjalan maksimal.

“Kami dari Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja maksimal tanpa dukungan lintas sektor lainnya. Kesehatan ini sangat luas, kami sudah melakukan sosialisasi, tapi kami juga perlu perpanjangan tangan dari masyarakat dan lintas sektor untuk ikut menyosialisasikan program-program kesehatan agar masyarakat menjadi lebih sehat,” pungkasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *