52 ORANG JAMAAH HAJI TERTUNDA DI VAKSIN MINIGITIS KARENA DARAH TINGGI DAN SEBAGIAN DI MALAYSIA
NUNUKAN – Meski pelaksaan pemberangkatan Jemaah haji asal Indonesia tahun 2020 tertunda akibat wabah Virus Corona, namun proses pembinaan dan pemeriksaan kesehatan terus dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Nunukan.
Sejak tanggal 5 Oktober hingga hari ini, Selasa 13 Oktober 2020, terus dilakukan pemeriksaan kesehatan dan Vaksin bagi jemaah haji Kabupaten Nunukan, baik yang berdomisi di sekitaran Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.
Kepala Seksi PHU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, H. Sayid Abdullah mengatakan, saat ini sedang melakukan monitoring di Puskesmas Sungai Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur, terhadap jemaah haji yang melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Dalam pelaksanaan Ibadah Haji Kesehatan tubuh yang prima adalah hal sangat penting. Karena Ibadah haji ini juga merupakan ibadah yang membutuhkan fisik yang kuat,” kata H. Sayid Kepda benuanta.co.id, Selasa (13/10/2020).
Sebanyak 113 orang calon jemaah haji asal Nunukan, di antaranya untuk pulau Nunukan sebanyak 51 orang. Dari 51 orang tersebut, baru 27 yang selesai divaksin, masih 24 orang yang belum. Sedangkan untuk Pulau Sebatik ada 62 jemaah haji, yang baru divaksin 34 orang dan belum divaksin 28 orang.
“Dari calon jemaah haji, hasil pemeriksaan awal ada yang tensi darah naik, sehingga tidak bisa divaksin, tunggu normal. Apa lagi rata-rata mereka usia 40 hingga 50 tahun. Tidak hanya itu Karena masih ada juga jemaah yang di luar daerah dan di Malaysia,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, beribadah di tanah suci bersama ribuan orang dari berbagai penjuru dunia, membuat calon peserta haji membutuhkan imunisasi yang dapat mengurangi risiko terpapar bakteri dan virus berbahaya. Sehingga jemaah haji ini harus mendapat vaksin meningitis.
“Vaksin meningitis diwajibkan karena penularan infeksinya cukup berisiko. Karena penularan infeksi meningitis cukup berisiko, apalagi ketika dalam kondisi penuh sesak pada puncak haji,” jelasnya.
Dan ini juga merupakan aturan yang diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi, bahwa setiap jemaah mereka telah mendapat imunisasi meningitis menjadi syarat bagi calon haji untuk mendapatkan visa.
Dia katakan, di Nunukan sendiri Alhamdulillah sudah berjalan, cuma masih ada kendala beberapa orang jemaah haji Nunukan yang berdomisi di Negara Tetangga Malyasia yang saat ini masih lockdown akibat Covid-19.
“Kami berharap nanti ada toleransi waktu dari pihak yang menangani kesehatan ini, agar seluruh jemaah haji dapat divaksin sebelum keberangkatan haji tahun depan,” imbuhnya Sayid.
Sedangkan untuk penyuntikan Vaksin dibagi dua Zona, Nunukan dipusatkan di Puskesmas Nunukan Kota dan di Pulau Sebatik dilakukan di Puskesmas Sungai Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







