benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan terus memperkuat kesiapsiagaan sektor transportasi laut dengan memastikan seluruh dermaga yang dikelola oleh pemerintah daerah dalam kondisi operasional yang layak dan aman. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama di wilayah kepulauan dan pedalaman yang sangat bergantung pada akses laut.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin memantau aktivitas di dermaga-dermaga milik pemerintah daerah, mengingat tingginya intensitas penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Dermaga yang dikelola Pemda, baik di Nunukan, Pulau Sebatik maupun wilayah daratan Kalimantan, semua berjalan dengan lancar dan tetap dalam pengawasan. Kami menjaga agar setiap fasilitas dermaga tetap siap digunakan kapan pun,” kata Muhammad Amin, Ahad (13/7/2025).
Secara keseluruhan, terdapat 30 dermaga yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan, tersebar di 21 kecamatan dan mencakup tiga wilayah utama, Pulau Nunukan, Pulau Sebatik, dan daratan Kalimantan. Dermaga-dermaga ini memainkan peran strategis sebagai simpul transportasi laut yang vital bagi pergerakan orang dan barang di daerah perbatasan.
Di Pulau Nunukan sendiri, terdapat empat dermaga utama yang dikelola pemerintah, yaitu Dermaga Sei Bolong, Dermaga Penyeberangan Inhutani, Jamaker, dan Sei Jepun. Menurut Amin, dermaga-dermaga ini telah berfungsi dengan baik, meski masih ada kebutuhan untuk melengkapi aspek administrasi dan fasilitas pendukung lainnya.
“Semua sudah eksis digunakan masyarakat. Tinggal penyempurnaan administrasi dan fasilitas pendukung lainnya yang sedang kami lengkapi,” ungkapnya.
Sementara itu, di Pulau Sebatik, Dishub Nunukan mengelola empat dermaga yakni Bambangan, Liang Bunyu, Binalawan, dan Lalosalo. Keempatnya juga menjadi tumpuan penting transportasi laut bagi warga perbatasan.
Di wilayah daratan Kalimantan, jaringan dermaga yang dikelola pemerintah tersebar di berbagai titik seperti Sei Ular, Seimanggaris, Sebakis, Sebuku, Sembakung, dan Lumbis. Keberadaan dermaga-dermaga ini menunjang mobilitas warga di wilayah yang memiliki keterbatasan akses jalan darat.
Lebih lanjut, Amin menyebutkan bahwa pemerintah daerah juga mengelola tiga dermaga penyeberangan feri utama, yakni Dermaga Sei Jepun, Dermaga Liang Bunyu, dan Dermaga Semaja di Sei Manggaris.
“Penyeberangan feri ini masih digunakan masyarakat sebagai bagian dari rutinitas transportasi harian, dan tetap menjadi perhatian kami agar operasionalnya tidak terganggu,” kata Amin.
Transportasi laut masih menjadi sarana utama bagi masyarakat di banyak wilayah Kabupaten Nunukan, terutama di daerah yang belum terjangkau oleh infrastruktur jalan darat yang memadai. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan berkomitmen menjaga keberlanjutan dan kesiapan operasional dermaga sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di kawasan perbatasan.
“Peran transportasi laut sangat krusial bagi warga di daerah ini. Dermaga bukan sekadar pelabuhan, tapi juga akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Maka sudah menjadi kewajiban kami untuk menjaganya,” tutup Amin. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







