Bupati Laura Ajak Bahu Membahu Lestarikan Adat Budaya Daerah

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menghadiri penutupan Intimung Taka Berbudaya ke- 4, yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Nunukan di Malang (IP-Man), sekaligus peresmian Kampung Budaya di Desa Ujang Fatimah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Dikatakan Bupati Laura, untuk melestarikan adat dan budaya di era kemajuan teknologi seperti saat ini, adalah sebuah hal yang harus
didengungkan, disosialisasikan dan dilaksanakan. Hal itu mutlak harus terus dilakukan karena kemajuan teknologi dan perkembangan zaman saat ini mulai meninggalkan nilai-nilai sejarah budaya bangsa yang menjadi pondasi perjuangan bangsa Indonesia sejak para pemuda mengikrarkan persatuan dalam sumpah pemuda.

Pemerintah Kabupaten Nunukan sendiri hingga saat ini juga tetap berkomitmen pada pelestarian budaya yang ada di wilayah Kabupaten Nunukan.

HADIR: Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid saat membaca sambutan pada acara penutupan Intimung Taka Berbudaya ke- 4. (FOTO: DARMAWAN/BENUANTA)

Beberapa bulan lalu Pemkab Nunukan telah menyelenggarakan Iraw Tidung di Desa Binusan, yang bekerjasama dengan masyarakat Tidung, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga :  Sebanyak 118 WNI Akan Dideportasi dari Malaysia

Komitmen pemerintah daerah juga terus diwujudkan dengan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan rumah adat
yang ada di Desa Binusan. Pemerintah daerah menyadari bahwasannya sebuah daerah yang melupakan adat dan budaya masyarakatnya, akan rapuh tergerus oleh perkembangan zaman.

“Dengan adat dan budaya yang melebur dalam kecintaan terhadap bangsa dan negara, maka hal tersebut akan menjadi kekuatan, bahkan menjadi jati diri suatu bangsa,” kata Bupati Laura, Ahad (23/8/2020).

Lima hari yang lalu bangsa Indonesia telah memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun. Ada makna mendalam atas perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Banyak pengorbanan, penuh, darah dan cucuran air mata dari perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan yang harus kita hargai dan tetap kita jaga semangatnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Kolaborasi BPBD dan PMI Tangani Bencana Banjir di Nunukan

Terkait dengan kegiatan Intimung Taka Berbudaya ke- 4 yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Nunukan di Malang (IP-Man), sekaligus peresemian Kampung Budaya di Desa Ujang Fatimah, Bupati Laura memberikan apresiasi
dan terima kasih kepada segenap panitia
penyelenggara. Menurutnya ini adalah salah satu perwujudan cinta tanah air dengan peduli kepada seni dan budaya bangsa Indonesia.

“Saya berpesan kepada segenap panitia penyelenggara dalam hal ini, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nunukan di Malang agar dapat dipertahankan kegiatan kegiatan positif semacam ini. Sebagai ajang aktualisasi dari konsep pikir yang selama ini didapat di bangku kuliah,” pesan Laura.

Untuk kedepannya pasti akan menghadapi tantangan yang semakin berat, jika tidak membekali diri dengan kegiatan yang positif, demikian juga adat dan budaya akan punah apabila tidak ada kepedulian dari generasi mudanya. “Saya mengajak semua mari bahu membahu untuk melestarikan adat dan budaya kita,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Nunukan Hadiri Peringatan Malam Nuzulul Qur'an 1447 Hijriah

Ditambahkan Ketua Adat Tidung Kabupaten Nunukan, H. Sura’i, Intimung Taka Berbudaya ke-4 yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Nunukan di Malang ini dirangkai dengan peresmian atau pencanangan Kampung Budaya di Desa Ujang Fatimah.

“Ini salah satu cita-cita kami yang telah lama, dan bagaimana Desa Binusan ini menjadi Desa Qisata dari 232 desa di Kabupaten Nunukan. Agar pemekaran desa menjadi Desa Ujang Fatimah ini menjadi cagar budaya, tempat melestarikan dan menghidupkan budaya lokal yang ada di sini,” ujarnya.(*)

 

Reporter: Darmawan
Editor : M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *