Pelayanan Posyandu Kembali Dibuka di Nunukan

NUNUKAN – Dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 di Kabupaten Nunukan beberapa pekan lalu, Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) sempat dinonaktifkan sementara waktu. Namun kali ini kembali diaktifkan mengingat wilayah Kabupaten Nunukan menuju tatanan baru dan memasuki zona kuning hingga saat ini.

Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Nunukan, Selamat, SKM, mengatakan, saat di tatanan baru ini pos pelayanan harus dibuka secara maksimal, tentunya dengan menataati protokol kesehatan. Bertepatan pada bulan Februari dan Agustus, merupakan bulan timbang dan pemberian kapsul vitamin A kepada bayi balita.

“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki bayi balita untuk datang ke posyandu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan tentunya dengan menataati protokol kesehatan. Orang tua harus memantau tumbuh kembang  balitanya setiap bulan karena bayi yang sehat itu  bertambah umur tentu akan bertambah berat badannya,” kata Selamat kepada benuanta.co.id, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga :  Naikkan Nilai Jual, DKPP Nunukan Gelar Pelatihan Pengolahahan Biji Kakao Sebatik

Lanjut dia, untuk mengetahui bertambah atau berkurangnya berat badan balita atau tinggi, tumbuh kembang mereka dengan cara menimbang, mengukur balita tersebut, sehingga dapat mengetahui setatus gizi bayi balita, apakah balita tersebut mengalami kurang gizi atau kelebihan gizi.

“Kami juga dihadapkan dengan permasalahan gizi seperti kurang gizi dan gizi buruk, namun di satu pihak banyak bayi balita yang kegemukan atau obesitas yang menjadi permasalahan juga. Jadi yang naik itu adalah berat badan dan tinggi sesuai umur,” jelasnya.

Baca Juga :  Irwan Sabri Keluarkan Surat Edaran Penegakan Disiplin ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan

Pemberian kapsul vitamin A yang diberikan berupa suplementasi vitamin A Kapsul Biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan dan Kapsul Merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan.

“Vitamin A ini fungsinya untuk kesehatan mata untuk daya tahan tubuh, imunitas, kecerdasan bayi balita. Selain itu juga bisa mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan. Bahkan apabila anak kekurangan vitamin A maka anak bisa menjadi rentan terserang penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas, campak, dan diare,” ujarnya

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, Polres Nunukan Buka Puasa Bersama Elemen Masyarakat

Pemberian vitamin A ini secara gratis. Dan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, untuk sasaran di tahun 2020 sebanyak 22.000 orang bayi balita, dan akan menargetkan 80 persen bayi balita harus dilakukan penimbangan, dipantau tumbuh kembangnya dan mendapatkan kapsul vitamin A.(*)

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *