benuanta.co.id, NUNUKAN – Jembatan penghubung di Kecamatan Krayan Selatan menuju Krayan Barat kembali putus. Akibatnya, aktivitas dan keperluan warga setempat terhabat, begitu juga dengan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM).
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli menuturkan sejak jembatan tersebut terputus pada Ahad (17/9) malam lalu, pihak PLN melakukan pemadaman listrik lantaran tidak ada pasokan BBM untuk mesin.
“Ini sudah mau 5 hari ini jembatan putus, jadi sudah 4 hari juga listrik di sini padam,” kata Oktavianus kepada benuanta.co.id, Kamis (21/9/2023).
Oktavianus menyampaikan, selama ini pasokan BBM didatangkan dari Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk menuju Krayan Selatan dengan melewati Krayan Barat melalui jalur darat.
Namun, akibat jembatan Krayan Barat-Krayan Selatan rusak berat, sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Sehingga, mobil yang biasa membawa pasokan BBM untuk PLN tidak bisa melintas. Sementara itu, ia mengatakan jika jarak dari Krayan Barat menuju Selatan kurang lebih 70 Kilometer.
“Kita di sini itu, biasnya listrik menyala hanya setiap jam 6 sore sampai 6 pagi, tapi sekarang ini gelap gulita terus kita setiap malam, bahkan BBM eceran juga sudah jarang ada, kalau pun ada itu dijual Rp 50 ribu per liternya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasubdit Rehabilitasi dan Rekontruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Mulyadi mengatakan pihaknya telah melakukan kaji cepat akibat bencana banjir yang terjadi di Krayan termasuk telah melakukan peninjauan lapangan di titik jembatan yang terputus.
“Jembatan yang terputus ini merupakan jalan Provinsi Kaltara, selanjutnya kita akan lakukan koordinasi dengan pihak Provinsi terkait masalah terputusnya akses jembatan yang rusak berat ini,” kata Mulyadi.
Ia mengatakan, ia berharap juga secepatnya ada perbaikan infrastruktur jembatan dimaksud dari pihak Provinsi Kaltara melalui Dinas PUPR.
Akan tetapi, selain jembatan Jalan Provinsi, beberapa jembatan jalan Kabupaten juga mengalami kerusakan akibat banjir dan perlu mendapatkan perbaikan.
Hal ini lantaran jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung dua Kecamatan di Krayan.
“Ia kita juga sudah dapat laporan, kalau BBM untuk listrik sekarang tidak bisa diangkut ke Krayan Selatan karena jalannya yang tidak bisa dilalui kendaraan,” ungkapnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Nicky Saputra







