benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nunukan mencatat sebanyak 39 persen rumah tangga di Kabupaten Nunukan sudah tidak lagi buang air besar sembarangan (BABS) di tempat terbuka.
Dari 39 persen masyarakat Nunukan sudah tidak lagi buang air besar sembarangan (BABS), berarti masih ada 61 persen masyarakatnya BABS.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Sabaruddin, mengatakan, 39 persen kelurahan/desa di Kabupaten Nunukan tidak lagi buang air besar sembarangan (BABS).
“Justru bukan di kota malah di desa tidak lagi buang air besar sembarangan, salah satunya itu di Krayan, dan Lumbis Ogong dan lainya tidak ada lagi BABS,” ujar Sabaruddin, pada Jumat, 7 Juli 2023.
Menjadi beban berat justru yang berada di kota, hal ini terjadi karena kepadatan penduduk, dan fenomena rumah yang berada di pesisir pantai atau di atas laut yang sudah dilakukan sejak dahulu kebiasaan membuang secara langsung.
Dia mengharapkan agar masyarakat yang bermukim di pinggir laut, mau membuat jamban keluarga. Sebenarnya jamban keluarga tidak mahal, tapi jika dibuat dengan sedemikian rupa dan memiliki tegel. ” Kalau ada kloset tertutup dengan air dan memiliki septik tank dan jauh dari tempat air bersih, ini kan sudah memenuhi syarat,” jelasnya.
Jamban sehat merupakan sarana untuk Buang Air Besar bagi masyarakat yang telah memenuhi standar dan persyaratan kesehatan yang tidak mengakibatkan terjadinya penyebaran langsung bahan-bahan yang berbahaya bagi manusia akibat pembuangan kotoran manusia.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







