Polri: Ponpes Diduga Berafiliasi JI Ada di Pulau Jawa dan Luar Jawa

Jakarta – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono menyebutkan sejumlah pondok pesantren yang diduga berafiliasi dengan organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI) berada di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

Rusdi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa tim Densus 88 Antiteror Polri telah memetakan dan mengawasi kegiatan di ponpes-ponpes tersebut.

Baca Juga :  844 WBP Lapas Tarakan Terima Remisi Khusus Idulfitri, 5 Orang Langsung Bebas

“Densus telah memetakan ini dan mengawasi beberapa ponpes yang diduga kuat berafiliasi dengan JI,” katanya.

Polri menyinyalir organisasi teroris JI merekrut para lulusan terbaik di berbagai pondok pesantren untuk menjadi calon jihadis.

Calon anggota JI yang dipilih adalah mereka yang memiliki kecerdasan dan loyalitas tinggi.

Pondok pesantren yang santrinya direkrut oleh JI diduga memiliki keterlibatan dengan organisasi JI.

Baca Juga :  Wacana WFH, Mendagri Pastikan Layanan Esensial akan Tetap Berjalan

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menemukan sebuah sasana bela diri di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang diketahui merupakan milik kelompok teroris JI.

Kelompok JI memiliki 12 lokasi serupa di Jawa Tengah.

Sasana bela diri di Ungaran tersebut berbentuk beberapa vila. Tempat tersebut untuk pelatihan bela diri kelompok JI.

Tak hanya bela diri, di sasana juga diajarkan cara merakit bom dan cara menghadapi penyergapan.

Baca Juga :  Kemhan Pastikan A400M Kedua Datang pada Akhir Maret 2026

Para pengikut kelompok JI yang berlatih bela diri di Sasana Bela Diri Ungaran dipersiapkan untuk berangkat ke Suriah dan menjadi jihadis.(ant)

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *