Ada Keringat dan Tawa di Balik Aksi Memukau TNI di Bastille Day

Jakarta – Penampilan pasukan TNI di ajang hari nasional Prancis “Bastille Day 2025” menuai banyak pujian, baik dari dunia internasional maupun dari dalam negeri Indonesia.

Tercatat ada 451 pasukan gabungan TNI dan Polri yang menampilkan rangkaian parade defile pasukan saat Bastille Day, Senin (14/7) lalu.

Mereka tergabung dalam sebuah satgas yakni Satgas Patriot 2. Dari mulai langkah kaki yang serempak, gerakan tegas dan kompak, hingga penampilan pasukan marching band nan menawan disajikan satgas di hari besar itu.

Namun, tidak banyak yang tahu proses yang telah dilalui Satgas Patriot 2 hingga akhirnya berhasil memberikan penampilan terbaik.

Komandan Batalyon Defile Letnan Kolonel Bistok Barry Simarmata menjelaskan perjalanan singkat persiapan Satgas Patriot 2 menuju Bastille Day.

Bistok saat ditemui di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat, menceritakan, semua keberhasilan itu berawal dari proses seleksi pasukan yang telah berlangsung lebih dari satu bulan sebelum hari H.

Bistok yang berasal dari matra darat dan menjabat sebagai Komandan Batalyon 315 Garuda, Bogor mengatakan seleksi pertama dilakukan di masing-masing matra.

Mereka diseleksi dari beragam segi seperti postur tubuh, usia hingga rekam jejak.

Untuk di TNI AD sendiri, seleksi langsung dilakukan oleh Wakil Kepala Staf TNI AD Letnan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Dia menceritakan, untuk setingkat komandan batalyon, diseleksi dengan ketat dan dipilih langsung oleh Tandyo.

Setelah pasukan di tingkat perwira dan prajurit dari masing-masing matra terpilih, barulah mereka mulai melakukan latihan.

Bistok menjelaskan, latihan awalnya dimulai di tingkat masing-masing matra. Setelah itu, barulah seluruh pasukan satgas latihan gabungan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Bistok sendiri merasa bangga bisa terpilih dan bergabung dalam Satgas Patriot 2.

Baca Juga :  Polri akan Evaluasi soal Desakan Tarik Brimob dari Pengamanan Sipil

Bagi Bistok, tugas ini sangatlah krusial karena keberhasilan pasukan nantinya akan berpengaruh pada hubungan diplomasi antara Indonesia dan Prancis.

Karena itu, Bistok dan seluruh pasukan Batalyon Defile yang berada di bawah naungannya berlatih dengan sungguh-sungguh.

Komandan Batalyon Defile Letnan Kolonel Bistok Barry Simarmata usai mendarat dari Prancis di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (18/7/2025) (ANTARA/Walda Marison)

Suka duka

Bistok menjelaskan antusiasme 451 pasukan Satgas Patriot 2 begitu tinggi selama latihan. Semangatnya begitu membara karena mereka sadar akan tampil di salah satu kota ikonik dunia yakni Paris.

Walau selalu dalam penuh semangat selama latihan, tetap saja ada suka, duka maupun kendala selama latihan.

Bistok mengatakan kendala sempat menerpa ketika pasukan baru pertama kali mendarat di Prancis. Kala itu, pasukan langsung disambut panas terik yang menyengat.

Maklum saja, Prancis saat itu sedang berada di masa musim panas. Hal tersebut membuat prajurit harus latihan dengan cuaca yang terik dan suasana yang kering.

Belum lagi pasukan juga harus menyesuaikan diri dengan teknik peraturan baris berbaris (PBB) ala Eropa yang lebih mengutamakan ketegasan gerakan tangan dibanding hentakan langkah kaki.

Namun demikian, panas terik tidak sedikit pun menurunkan semangat pasukan. Mereka tetap latihan dengan sungguh-sungguh demi harumnya nama Indonesia di tanah berdirinya menara Eiffel itu.

Bahkan menurut Bistok, kegiatan ini justru lebih banyak menuai “suka” nya dari pada “duka”nya.

Untuk Bistok secara pribadi, ini kesempatan bagi dirinya berkenalan dengan perwira dan prajurit dari matra lain.

Dia juga dapat bertemu dengan para junior yang bertugas sebagai pasukan drum band. Ajang ini dijadikan sebagai kesempatan silaturahmi untuk mempererat hubungan antar personel.

Personel Satgas Patriot 2 dan prajurit dari negara lain melakukan Tari Pacu Jalur di sela-sela latihan Bastille Day di Prancis, Jumat (11/7/2025) (ANTARA/Ho-Satgas Patriot II)

TNI ramah di mata dunia

Bistok dan jajarannya sadar bahwa ajang ini kesempatan bagi mereka untuk memperbanyak teman dari mancanegara.

Baca Juga :  Kemenkes Gencarkan Imunisasi Campak dan Rubella Minggu Depan

Seperti ucapan Presiden Prabowo Subianto yakni seribu teman terlalu sedikit, satu teman terlalu banyak, prinsip itu pula yang dipegang Bistok dan pasukan lainnya selama di Prancis.

Karena hal itu, personel TNI begitu ramah ke sesama prajurit dari negara lain, termasuk Prancis. Keramahan itu pun disambut hangat oleh prajurit-prajurit dari negara lain.

Tidak jarang, kata Bistok, mereka saling berkenalan, bertukar nomor telepon dan melakukan aktivitas bersama selama berada di Prancis.

Bahkan, aksi menarik sempat terlihat kala prajurit TNI menampilkan Tari Pacu Jalur yang sedang ramai diperbincangkan di jagat media sosial.

Tarian itu ditampilkan personel TNI disela sela latihan parade Bastille Day untuk mencairkan suasana antara prajurit.

Inisiatif menampilkan Tari Pacu Jalur itu muncul dari pihak Kementerian Pertahanan yang sedang berada di sana. Hal tersebut dilakukan untuk mempromosikan budaya Indonesia sekaligus mencairkan suasana di tengah-tengah latihan.

Alhasil, semua prajurit pun senang dengan penampilan Tari Pacu Jalur ala TNI.

Banyak prajurit dari negara lain yang akhirnya ikut dalam barisan TNI kala melakukan Tari Pacu Jalur. Bahkan, beberapa pasukan TNI ada yang menuntun prajurit asing untuk menari Pacu Jalur.

Tidak hanya itu saja, Bistok juga mengaku Satgas Patriot 2 berhasil menularkan semangat ke prajurit lain melalui yel-yel khas TNI.

Dia mengatakan, di setiap sesi latihan, satgas selalu melakukan yel-yel untuk membakar semangat prajurit. Rupanya, budaya ini asing bagi para prajurit lain.

Selama latihan, kata Bistok, mereka cenderung diam dan cukup kaku. Karena kerap melihat kontingen Indonesia melalukan yel-yel, pasukan dari negara lain pun tidak mau kalah dan akhirnya membuat yel-yel prajurit saat itu juga.

Suasana seperti itulah yang terbentuk selama TNI hadir dalam Bastille Day 2025. Hangat, penuh tawa, ramah namun tetap berhasil saat tampil.

Baca Juga :  Mentan Tegaskan Alihkan Anggaran Bagi Daerah tak Serius Cetak Sawah

Di hari yang dinanti-nanti, Satgas Patriot 2 akhirnya berhasil memberikan penampilan terbaik.

Berada di barisan paling depan membuat Bistok dan segenap Satgas Patriot 2 menjadi pusat perhatian.

Mata dunia tertuju pada mereka, tidak terkecuali Presiden Prancis Emmanuel Macron selaku tuan rumah dan Presiden RI Prabowo Subianto yang hadir di acara tersebut.

Ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya pun diutarakan Prabowo dan jajaran pejabat RI kepada pasukan setelah parade usai. Mereka akhirnya dinyatakan berhasil membawa Indonesia harum di mata dunia.

Personel Satgas Patriot 2 saat melakukan yel-yel usai mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (18/7/2025) (ANTARA/Walda Marison)

Apresiasi Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto juga turut mengutarakan rasa bangganya kepada Satgas Patriot II

“Momen yang sudah kamu lakukan sudah tepat membuat nama harum bangsa Indonesia di mata dunia,” kata Agus saat menerima pasukan Satgas Patriot II dari Prancis di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat.

Agus mengatakan keberhasilan atraksi Satgas Patriot 2 sangat berdampak pada hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dan Prancis.

Hubungan baik itu dapat berujung pada ragam kerja sama antar Indonesia dan Prancis, salah satunya kolaborasi di bidang militer.

Panglima berharap hubungan baik tersebut dapat terus berlangsung demi terciptanya stabilitas keamanan di wilayah.

Walau Bastille day sudah usai, Agus berharap kekompakan antar pasukan dapat terus terjalin. Dia juga mengingatkan seluruh personel untuk kembali ke satuan masing-masing dan menjalankan tugas pelayanan masyarakat dengan maksimal.

“Kami seluruhnya, seluruh atas nama bangsa dan negara, mengucapkan terima kasih atas penampilan kalian di Prancis. Kembali ke kesatuan masing-masing, jaga keamanan,” kata Agus.

Sumber : Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *