MALINAU – Bencana banjir yang sempat menimpa Kabupaten Malinau beberapa hari lalu, ternyata masih sangat berdampak bagi beberapa warga yang kehilangan tempat tinggal karena peristiwa itu.
Salah satu daerah yang mengalami dampak terparah yakni Desa Pulau Sapi dan Long Bisai Kecamatan Mentarang. Di daerah ini masih memilki pengungsi yang terpaksa tinggal di tempat pengungsian karena sudah tudak memiliki tempat tinggal.
“Banjir kemarin memang sangat berdampak bagi kita karena wilayah kita yang sangat dekat dengan sungai, bahkan puluhan warga kita sempat tinggal di penggungsian,” kata Kepala Desa (Kades) Long Bisai, Dorlince.
Meski demikian, seiring dengan surutnya intensitas banjir, Dorlince mengatakan para warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing untuk memperbaiki dan membersihkan keadaan rumah yang sempat tenggelam akibat banjir.
“Bantuan juga terus mengalir dari masyarakat dan kita harapkan bisa seperti ini terus, agar warga kita tidak kepikiran hal lainnya, selain bergotong royong kembali membersihkan keadaan desa yang sempat tergenang banjir,” ujarnya.
Walaupun kondisi banjir saat ini berangsur-angsur pulih, akan tetapi masih ada 8 warga yang masih bertahan di pengungsian. Hal ini lantaran sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi. “Masih ada 2 KK yang bertahan, mereka itu merupakan korban yang saat banjir lalu rumahnya hanyut terbawa banjir,” imbuhnya.
Sedangkan untuk masalah kesehatan, Dorlince membeberkan para warganya saat ini tidak ada yang mengalami gangguan kesehatan, seperti terkena suatu penyakit akibat banjir. “Syukurnya semua warga kita sehat, tidak ada yang mengalami penyakit kulit atau penyakit apapun itu,” jelasnya lagi.
“Hal ini bisa terjadi berkat respons cepat pemerintah dan warga Kaltara yang terus membantu kami. Jikapun ada yang dibutuhkan saat ini selain sembako, itu hanyalah pakaian layak pakai. Karena banyak harta benda warga kita yang hanyut saat peristiwa banjir kemarin,” tutupnya.(*)
Reporter : Osarade
Editor: M. Yanudin







