MALINAU – Sejak sebulan lepas dari status zona hijau covid19, kabupaten Malinau seakan kembali disibukkan mengurusi pasien positif karena terus bertambahnya jumlah pasien positif covid19.
Bahkan sejak lepas dari, status zona hijaunya pada bulan november lalu, tercatat ada 61 kasus penambahan pasien positif covid19 di Kabupaten Malinau.
Sebenarnya, jumlah itu kemungkinan bisa saja bertambah. Akan tetapi, berkat reaksi sigap tanggap yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, bersama dengan tim Satgas covid19 Malinau jumlah itu pun, bisa ditekan penambahannya.
“Saat ini ada 61 kasus positif covid19 di Malinau dan semua sudah kita rawat dengan baik, meski ada juga yang kita isolasi mandiri demi menekan penyebaran,” kata kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Malinau Dr. John Felix Rundupadang.
Dr.Jhon menjelaskan dari catatan sejumlah kasus covid19 baru yang ada di Malinau, merupakan kasus dari klaster luar daerah dan transmisi lokal.
Dimana, sejak berjalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Malinau, aktifitas masyarakat Malinau untuk berpergian keluar daerah mengalami peningkatan dan kembali dengan membawa paparan covid19.
“Untuk yang baru-baru ini kasus klaster dari jakarta yang banyak, kemudian kasus transmisi lokal. Tapi jika terhitung dari awal pandemik, klaster luar daerah yang mendominasi,” ungkapnya.
Meski begitu, menurut Dr. Jhon, catatan kasus dan disertai dengan jumlah keberhasilan penanganan, kabupaten Malinau masih memiliki catatan yang sangat baik dibandingkan dengan daerah lainnya yang ada di Kaltara. Pasalnya, hingga saat ini Malinau tidak memiliki catatan kematian yang disebabkan oleh covid19.
“Dari awal pandemik kita memiliki total 231 kasus covid19 dan 160 kasus berhasil kita tangani dan menyisakan 61 kasus yang masih dalam perawatan,” ujarnya lagi.
“Dengan catatan baik seperti ini, saya harap juga jangan merasa takut yang berlebihan. Silahkan beraktivitas seperti biasa asal ikuti aturan protokol kesehatan yang ketat,” tutupnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







