MALINAU – Beratnya medan lapangan yang harus dihadapi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kabupaten Malinau, ternyata membuat pihak Bawaslu Bersama rekan2 PPS Komisi Pemilihan Umum(KPU) Malinau terus mengalami hambatan saat hendak melakukan verifikasi data perseorangan bakal calon pasangan Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Namun tak hanya itu saja masalah yang harus dihadapi oleh Bawaslu Malinau dan Jajaran rekan-rekan PPS. Ketua Bawaslu Malinau Donny S. Th juga mengatakan Adanya karantina mandiri yang dilakukan oleh beberapa wilayah kecamatan dan pedesaan, juga membuat Bawaslu Malinau semakin keteteran.
“Kita sendiri kan tahu lah kalau malinau ini wilayah yang sangat luas. Apalagi jarak desa satu dengan yang lainnya juga sangat berjahuan, tentu itu akan menjadi masalah kita di lapangan,” ujarnya lagi.
“Apalagi ada karantina mandiri oleh masyarakat, tentu semakin sulit lagi. Pas datang kesana gak taunya gak bisa masuk buat faktualisasi data,” pungkas ketua Bawaslu Malinau.
Meski dihidapkan dengan masalah seperti itu, namun bukan berarti Donny S. Th bersama jajarannya kehabisan cara untuk melanjutkan verifikasi data bakal calon persorangan yang dilalukan oleh rekan-rekan PPS.
Donny menjelaskan, kalau saat ini verifikasi data calon perseorangan terus dilakukan oleh rekan-rekan PPS yang dipantau langsung oleh teman-teman Bawaslu dilapangan, namun dengan lebih mengutamakan wilayah yang memiliki banyak basis dukungan dari bakal calon perseorangan tersebut, agar verifikasi data yang dilakukan oleh Bawaslu bisa selesai dengan tetap waktu.
“Dari total 1.105san data, itu tercatat ada 664 orang berada di wilayah perkotaan, 175 di Malinau utara sedangkan sisanya terpencar di pedesaan, jadi diwilayah perkotaan dulu yang kita faktualisasi , lalu yang di pedesaan,” ungkapnya.
Meski harus belakangan, namun bukan tanpa sebab hal itu harus dilakukan. Namun Donny juga menegaskan kalau pihaknya akan terus melalukan pemantauan kepada rekan – rekan PPS yang melakukan verifikasi data bakal calon perseorangan di lapangan sebagai bentuk pertanggungjawaban Bawaslu Malinau.
“Kita kan ada Pengawas Kecamatan dan anggota yang lain, jadi kita tidak ada melewatkan 1 data sekalipun, meski jauh dan sedikit basisnya tetap akan kita datangi untuk faktualisasi data. Ini juga agar rekan-rekan PPS tidak menyalahi prosedur saat melakukan verifikasi faktua,” tutupnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







