benuanata.co.id, TARAKAN – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan Transformasi Mutu Layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mempermudah akses peserta JKN pada Selasa, 3 Oktober 2023 lalu.
Kegiatan tersebut dilangsungkan di Jakarta pada Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2023 yang diikuti oleh seluruh kepala cabang BPJS termasuk Kota Tarakan.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tarakan, Asnila Dewi Harahap mengungkapkan, untuk mewujudkan Transformasi Mutu Layanan JKN pihaknya membutuhkan bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan stakeholder terkait lainnya.
“Tiga tujuan utama BPJS kesehatan yaitu untuk memudahkan akses, perlindungan finansial dan kualitas layanan,” ujar Asnila, Selasa (3/10/2023).
Seiring dengan bertambahnya jumlah peserta BPJS Kesehatan pihaknya perlu memikirkan akses untuk peserta dengan menambah dan bekerja sama faskes kesehatan yang baru. Kendali mutu dan biaya pelayanan kesehatan yang saat ini JKN masih mampu untuk membiayai biaya kesehatan namun, untuk 10 tahun ke depan pihaknya sedang mempersiapkan strategi untuk menyelesaikan hal tersebut.
“Alhamdulillah untuk Provinsi Kaltara dan khususnya Kota Tarakan sendiri menerima penghargaan dari Wakil Presiden karena sudah mendaftarkan lebih dari 95 persen penduduknya menjadi peserta JKN,” jelasnya.
Dengan berkembangnya JKN memberikan dampak pada perkembangan aspek ekonomi, industri dan keuangan. Dari akses kepesertaan, peserta JKN sendiri tidak hanya dari peserta yang iurannya ditanggung oleh pemerintah namun, ada peserta yang ditanggung oleh perusahaan dan lainnya.
“Meningkatkan juga industri pelayanan kesehatan. Fasilitas kesehatan makin bertumbuh dan berkembang serta fasilitas kesehatan makin bertambah. Tahun 2022 fasilitas kesehatan yang bekerja dengan kita itu 2.500 dan di tahun 2023 sudah meningkat jadi 3.000,” jelasnya
“Artinya pertumbuhan faskes sangat dipengaruhi oleh ekosistem JKN itu sendiri dengan melihat kebutuhan dari masyarakat Indonesia terhadap akses layanan kesehatan kalau dilihat jumlah kepesertaan JKN secara nasional sudah 94 persen,” pungkasnya.(*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







