benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perihal angka inflasi yang rendah di Bumi Benuanta.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara hybrid menyebutkan, inflasi Provinsi Kaltara pada November 2022 (year on year) sebesar 5,24 persen. Nilai ini lebih rendah daripada rata-rata inflasi nasional yang sebesar 5,42 persen.
“Untuk Kaltara, kita tahu intinya TPID-nya jalan, Tim Pengendali Inflasi Daerah-nya rapat, jadi jalan, bergerak. Yang kedua adanya subsidi angkutan transportasi yang diambil dari dana BTT (belanja tidak terduga),” katanya di Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (19/12).
Mendagri juga mengapresiasi kerja sama antar daerah di Kaltara, seperti kerja sama antar kabupaten/kota. Termasuk dengan luar provinsi khususnya Gorontalo Utara sebagai daerah penghasil komoditas. Kemudian adanya operasi pasar dan sidak pasar yang juga membuat inflasi Kaltara dapat terkendali.
“Gerakan tanam, khususnya cabai, bawang, padi, dan lain-lain, ikan bandeng yang sudah dimulai Agustus dan dipanen sekarang, sehingga berakibat positif untuk kesediaan bahan pangan. Terakhir adalah koordinasi mengenai masalah pengendalian BBM (bahan bakar minyak), kesediaan BBM terutama langsung dengan Pertamina dan BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas,” tandasnya. (*)
Editor: Yogi Wibawa







