Rachmawati Zainal Dilantik Jadi Bunda Literasi, Ini Target yang akan Dicapai

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dalam momen parade perempuan berkebaya dan batik Kaltara, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kaltara Rachmawati Zainal mendapatkan kehormatan sehingga dilantik menjadi Bunda Literasi Provinsi Kaltara.

Pelantikan langsung dilakukan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Kata dia, ini sebagai langkah awal yang baik terbangunnya sinergitas seluruh elemen mewujudkan ekosistem pendukung literasi dalam rangka menumbuhkan semangat literasi masyarakat.

Baca Juga :  ASN Pemprov Kaltara Terapkan WFA Jelang dan Usai Libur Nyepi–Idulfitri 1447 H

“Peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) merupakan tantangan besar semua pihak. Saat ini kita tengah berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Manusia (IPLM) Kaltara,” ucap Rachmawati Zainal kepada benuanta.co.id,

Kata dia, IPLM pada tahun 2021 berada pada angka 16,71 persen dengan tingkat kegemaran membaca (TGM) di tahun yang sama adalah 56,12 persen.

“Target IPLM Kaltara tahun 2022 diharapkan dapat berada di angka 22 persen dengan TGM kita harapkan mencapai 61 persen,” sebutnya.

Baca Juga :  Sungai Kayan Meluap, BPBD Kaltara Imbau Masyarakat Waspada

Dirinya berterimakasih kepada TP-PKK Kabupaten Tana Tidung telah membuat banyak inovasi dan mendapatkan piagam dari Kemendikbudristek karena di sana ada 32 desa yang sudah membuat perpustakaan.

“Mudah-mudahan daerah lain dapat mengikuti, saya harap ke depan tercipta sinergi berkelanjutan antara PKK baik tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa. Tujuan kita mencerdaskan masyarakat,” paparnya.

Baca Juga :  HIPMI Kaltara Gelar Buka Puasa Bersama dan Memberikan Santunan Anak Yatim

Dirinya meminta semua pihak terutama organisasi perangkat daerah seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan kelompok kerja (Pokja) pendidikan anak usia dini (PAUD) berpartisipasi meningkatkan minat baca anak sekolah untuk peningkatan literasi masyarakat.

“Tidak hanya sebatas kegiatan baca tulis namun lebih lanjut pengembangan ilmu pengetahuan kedalam karya bernilai ekonomi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *