Terhalang Pilihan Raya di Sabah, Pertemuan Sosek Malindo Diundur

benuanta.co.id, BULUNGAN – Provinsi Kalimantan Utara sebagai wilayah berbatas langsung dengan Negara Malaysia, dalam waktu dekat akan melangsungkan pertemuan Pemerintah Sabah Malaysia, dalam forum Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo).

Hal itu diungkapkan Asisten 1 Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Kaltara, Datu Iqro Ramadhan pertemuan Sosek Malindo yang sebelumnya dijadwalkan pada bulan Oktober 2022, mundur hingga waktu pemilihan di Sabah telah selesai.

“Sebenarnya di tanggal 21-22 Oktober tadi, karena Malaysia ada Pilihan Raya itu Pilkada atau Pemilu kalau kita di Indonesia, maka waktunya di undurkan pada waktu yang tidak ditentukan,” ucap Datu Iqro Ramadhan kepada benuanta.co.id, Jumat 11 November 2022.

Baca Juga :  Acuan Kalender Hijriyah Global Tunggal, Muhammadiyah Kaltara Tetapkan 1 Syawal Jumat

Sebelum pertemuan Pemerintah Sabah, Pemprov Kaltara selaku perwakilan Pemerintah Republik Indonesia diundang oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku Sosial Ekonomi Nasional (Soseknas) membahas isu yang akan disampaikan pada Sosek Malindo mendatang.

“Ini untuk menindaklanjuti pembicaraan kita kedepan dengan pihak Malaysia. Sosek Malindo itu ada Kaltara, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau dan lainnya, maka di hari Senin kita di undang oleh Kemendagri,” sebutnya.

Baca Juga :  Otorita IKN Gandeng Pemprov Kaltara Jadi Mitra Kerja Sama Pembangunan

Dia menjelaskan di hadapan Menteri Dalam Negeri, pihaknya akan membahas beberapa agenda terutama isu yang dihadapi oleh Kaltara dengan Pemerintah Sabah.

“Misalnya terkait pintu perbatasan, kita sampaikan supaya pihak Soseknas bisa bicara dengan pihak Malaysia lah,” paparnya.

“Intinya kita bicara antara 2 negara, karena kita sama-sama negara berdaulat. Kita lebih ke arah diplomasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Pastikan Hari Raya Nyepi dan Takbiran Idulfitri Kondusif di Kaltara

Datu Iqro menuturkan, kondisi pintu perbatasan saat ini ada yang dibuka ada juga ditutup oleh pihak Malaysia, salah satunya pintu perbatasan di wilayah Krayan itu ditutup.

“Ada juga yang dibuka, tapi inilah melalui jaringan diplomasi lah kita harap semua pintu perbatasan dibuka,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *