benuanta.co.id, BULUNGAN – Dalam silaturahmi Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama awak media, turut hadir Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kaltara guna menjelaskan alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang dikucurkan ke Provinsi Kaltara.
Alokasi anggaran negara ini diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisien dan efektivitas perekonomian.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I Kanwil DJPb Provinsi Kaltara, Ende Johana Surya mengatakan alokasi APBN di Provinsi tahun 2022 mencapai Rp 10,43 triliun. Di mana 35 persen untuk belanja pemerintah pusat sebesar Rp 3,68 triliun dan belanja transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 6,75 triliun atau 65 persen.
“Jadi kondisi perekonomian di Provinsi Kaltara topangan APBN sebesar Rp 10,4 triliun terbesar kepada transfer daerah itu tercermin ke DBH, DAU, DAK fisik maupun dana desa,” ucap Ende Johana Surya kepada benuanta.co.id, Kamis, 10 November 2022.
Dia mengatakan, realisasi APBN per tanggal 31 Oktober 2022 di Provinsi Kaltara untuk belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2,06 triliun atau 55,99 persen, sedangkan TKDD telah mencapai 71,39 persen atau Rp 4,82 triliun.
“Tentu saja ini di transmisikan rekan-rekan OPD melalui kegiatan yang sudah dilaksanakan, tentunya ini harus menjadi perhatian masyarakat bersama-sama kita mengawal, tujuannya untuk menuju masyarakat adil dan makmur,” paparnya.
Terkait kendala yang terjadi di lapangan hingga membuat inflasi kebutuhan pokok di Tanjung Selor, dirinya melihat di pengaruh oleh pekerjaan jalan Bulungan Berau. Untuk itu pihaknya telah meminta kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara untuk menangani segera.
“Begitu juga titik longsoran menjadi penyebab terjadinya harga barang mengalami kenaikan. Kami juga melakukan koordinasi dengan BPJN Kaltim, karena ditangani oleh Kaltim untuk segera melakukan pekerjaan secepatnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Yogi Wibawa







