benuanta.co.id, BULUNGAN – BPJS Ketenagakerjaan terus bergerak melakukan perlindungan kepada pekerja sosial dan pekerja rentan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satu yang disasar ke depannya melakukan kerja sama dengan organisasi masyarakat dan pemerintah daerah.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Kaltara Rina Umar mengatakan, di Provinsi Kaltara sendiri, organisasi kemasyarakatan atau komunitas adat yang sudah dilakukan kerja sama ada beberapa salah satunya Yayasan Forum Komunikasi Ane’ Belungon (YFKAB) Kaltara.
“Untuk komunitas adat yang kami lakukan kerja sama belum ada selain dari YFKAB Kaltara di Kabupaten Bulungan,” ucapnya kepada benuanta.co.id, kemarin.
Dia melihat masih banyak pekerja sosial dan pekerja rentan yang memerlukan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek), untuk itu kedepannya BPJS Ketenagakerjaan masih memerlukan sinergi dengan semua pihak.
“Kita perlu sinergi lagi, baik kepada pemerintah maupun organisasi untuk memberikan dan memastikan Jamsostek ini dapat terlaksana di Kaltara,” ujarnya.
Dirinya kembali berharap semua pihak bekerja sama untuk memberikan Jamsostek kepada pekerja sosial dan pekerja rentan. Lalu dari BPJS Ketenagakerjaan memberikan 5 jaminan perlindungan yakni perlindungan kecelakaan kerja, kematian, tabungan hari tua, pensiun dan kehilangan pekerjaan.
“Kerja sama kami dengan pihak terkait itu berupa perlindungan risiko kecelakaan kerja dan risiko kematian,” tuturnya.
Kata dia, pekerja sosial dan pekerja rentan ini ketika meninggal dunia karena kecelakaan kerja, maka santunan yang dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris sebesar Rp 48 juta dikali upah, jika upahnya Rp 2 juta maka yang dibayar sebesar Rp 96 juta.
“Namun jika meninggal dunia karena sakit, maka santunan yang diberikan ke ahli waris sebesar Rp 42 juta,” paparnya.
Manfaat lainnya, terkait beasiswa yang orang tuanya meninggal akibat kecelakaan kerja, maka BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat beasiswa untuk 2 orang anak. Untuk taman kanak-kanak (TK) besarannya Rp 1,5 juta, masuk sekolah dasar (SD) hingga lulus besarannya Rp 1,5 juta.
Kemudian masuk sekolah menengah pertama (SMP) hingga lulus sebesar Rp 2 juta, lalu masuk sekolah menengah atas (SMA) sampai lulus besarannya Rp 3 juta. Sementara untuk kuliah setiap tahun diberikan dana sebesar Rp 12 juta hingga 5 tahun lamanya. “Beasiswa ini diberikan setiap tahunnya,” pungkasnya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







