BERDASARKAN data yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara gabungan antara data statistik dari Kota Tarakan dan Tanjung Selor bulan Agustus Kaltara mengalami deflasi -0,58 persen. Tentu keadaan ini berbanding terbalik dengan bulan Juli dimana terjadi inflasi di Kaltara sebesar 0,47 persen.
“Sempat 5 bulan di Kaltara mengalami inflasi jadi di bulan Agustus 2022 terjadi deflasi, Kota Tarakan mengalami deflasi -0,54 persen dan Tanjung Selor juga deflasi -0,71 persen,” jelas Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Provinsi Kalimantan Utara Panca Oktianti, MM.
Inflasi tahun ke tahun atau year on year (YoY) gabungan dua kota ini terjadi inflasi 5,51 persen hingga Agustus 2022. Untuk Kota Tarakan terjadi inflasi 5,02 persen dan Tanjung Selor 7,44 persen. Deflasi month to month (mtm) pada bulan Agustus dikatakan Panca karena dipengaruhi menurunnya harga cabai rawit sebesar 14,26 persen yang sebelumnya terjadi inflasi karena terbatasnya stok sementara permintaan meningkat terhadap komoditi cabai rawit.
“Deflasi -2,06 persen dipengaruhi menurunnya harga cabai rawit sebesar 14,26 persen yang sebelumnya inflasi, pada bulan ini telah terjadi panen sentra produksi seperti dari Jawa dan Sulawesi dan juga Kalimantan Timur,” ujar Panca dalam siaran pers bulanan BPS Kaltara melalui kanal YouTube, Kamis (1/9).
Kemudian komoditas lain yang menyumbang deflasi seperti ikan layang dan daging ayam ras, kemudian dari kelompok pakaian dan alas kaki deflasi -0,04 persen. Hal ini disebabkan oleh menurunnya harga komoditas kerudung atau jilbab, deflasi terjadi pada menurunnya harga emas perhiasan.
Lebih jauh, deflasi juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangg yakni gas elpiji non subsidi mulai naik pada Juli 2022 berdasarkan keputusan menteri ESDM, termasuk tarif listrik naik. “Ini kelompok yang diatur pemerintah, kelompok transpostrasi masih inflasi pada angkutan udara,” ucapnya.
Sementara itu, yang mendorong deflasi di Kota Tarakan adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -1,84 persen. Untuk Tarakan cabai rawit, tomat, ikan layang dan bawang merah menyumbang deflasi. Kemudian ada pakaian dan alas kaki. Sedangkan deflasi -2,99 persen di Tanjung Selor sama disebabkan kelompok makanan, minuman dan tembakau seperti komiditi daging ayam ras, minyak goreng dan beras.
“Kelompok makanan, minuman dan tembakau ini -0,71 persen khususnya komoditi bawang merah, cabe rawit, tomat pada Agustus ini sudah terjadi panen, harga menurun,” jelasnya.
Di Tanjung Selor penyumbang inflasi pertama bahan bakar rumah tangga 0,02 persen, bayam 0,02 persen, angkutan udara 0-02 persen, rokok putih 0,01 persen masih menyumbang andil inflasi karena naiknya cukai hasil tembakau mulai diberlakukan tahun 2022 ini. Kemudian komoditi kubis 0,01 persen, penyumbang deflasi Agustus ini cabe rawit -0,14 persen, tomat -0,14 persen, ikan layang -0,10 persen, daging ayam ras -0,08 persen dan bawang merah -0,07 persen.(*)
Penulis: Redaksi benuanta.co.id







