Geledah Lokasi Ketiga, Ditreskrimsus Temukan Dokumen Ini

benuanta.co.id, BULUNGAN – Usai melaksanakan penggeledahan di rumah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara melanjutkan penggeledahan di kantor Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Kaltara.

Penggeledahan yang berjalan dari pukul 13.00 hingga pukul 17.30 wita, banyak dokumen yang diangkut yang menyangkut pembangunan Revitalisasi Saluran Air Malinau Mansalong tahun 2021. Setelah itu dilanjutkan dengan menggeledah kantor PPK 1.3 yang dimulai dari magrib pukul 18.30 hingga pukul 20.00 Wita.

Baca Juga :  Otorita IKN Gandeng Pemprov Kaltara Jadi Mitra Kerja Sama Pembangunan

“Kita lanjut dengan menggeledah kantor PPK, kita mengamankan beberapa dokumen kembali terkait dengan nilai perencanaan pekerjaan sampai dengan lelang,” ucap Direktur Reskrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Hendy F Kurniawan kepada benuanta.co.id, Selasa 30 Agustus 2022.

Tak hanya dokumen yang dimuat dalam box plastik yang besar, petugas gabungan dari Ditreskrimsus, Propam Polda Kaltara hingga Sat Brimob juga mengamankan puluhan stempel yang berkaitan dengan kegiatan Revitalisasi Saluran Air Malinau Mansalong.

Baca Juga :  Kadin Kaltara Dorong Pemilihan Ketua Cabang Nunukan, Target Rampung Pertengahan April 2026

“Nanti kita lakukan pendalaman terkait dengan penggunaan stempel tersebut, jumlahnya ada puluhan stempel,” tuturnya.

Kombes Pol Hendy menyebutkan agar tidak ada upaya menghilangkan barang bukti, pihaknya pun bergerak cepat melakukan pengamanan barang bukti. Dimana dalam penggeledahan di 3 lokasi ini, semuanya di saksikan oleh pemilik atau pejabat dari PPK.

“Penghilangan barang bukti sementara ini belum, kita bergerak cepat mengamankan bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara yang kami tangani,” jelasnya.

Baca Juga :  Aksi Pencurian di Sebatik Viral, Pelaku Ancam Korban Pakai Pistol Jika Tak Diberikan Uang

Usai melaksanakan penggeledahan, pihaknya akan langsung melakukan pendalaman terkait peran semua yang terlibat dalam dugaan korupsi ini, lalu pelaksana di lapangan dan lainnya yang berkaitan.

“Untuk ranah teknis penyidikan dan pendalaman penyidikan kita belum bisa sharing. Untuk hari ini lokasi yang digeledah cukup, jika kedepannya ada kita akan lakukan pengembangan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *