KHE Optimis Kerjakan Proyek PLTA Kayan Cascade, Sebut Tahap Pertama Bangun 900 MW

benuanta.co.id, BULUNGAN – PT Kayan Hydro Energy (KHE) yang didirikan dan berbasis di Indonesia adalah perusahaan pemrakarsa PLTA Kayan Cascade yang telah melakukan studi luas, penyelidikan teknis dan penelitian pada Sungai Kayan sepanjang 450 Kilometer di Kabupaten Bulungan untuk memproduksi listrik yang murah dan ramah lingkungan.

“PT KHE telah melakukan studi kelayakan untuk proyek PLTA Kayan Cascade yang akan memiliki rangkaian 5 bendungan dengan kapasitas terpasang 9.000 MW dengan menghasilkan 36 TWh listrik per tahun, serta memakan biaya sekitar USD 17,8 miliar, termasuk pembangunan saluran transmisi dan gardu induk,” ungkap Direktur Utama PT KHE Andrew Sebastian Suryali kepada benuanta.co.id, Sabtu 27 Agustus 2022.

Kata dia, proyek PLTA yang digarapnya akan menjadi PLTA  terbesar se-Asia Tenggara berjalan sesuai jadwal dan lancar. PLTA tersebut nantinya memiliki sumber daya listrik yang terintegrasi dan menjadi sumber listrik utama Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.

Baca Juga :  Parepare, Makassar dan Balikpapan Jadi Tujuan Favorit Pemudik Kapal Pelni dari Tarakan

“Adapun PT Indonesia Strategis Industri (ISI) merupakan pengelola kawasan industri dan PT Pelabuhan Internasional Indonesia (PII) yang merupakan pengembang Pelabuhan internasional untuk mensupport kawasan industri,” paparnya.

Andrew Sebastian mengatakan dengan nilai investasi mencapai lebih dari 17 miliar dolar AS, selain dari internal, PT KHE juga menggandeng rekanan asing. Hal itu disebutkan rekanan asing yang masuk adalah Sumitomo dari Jepang.

“PLTA Kayan Cascade yang dibangun ini memanfaatkan area sepanjang sungai Kayan dan terdiri atas 5 bendungan dengan 5-6 unit turbin pembangkit tiap bendungannya,” jelasnya.

“Tahap pertama PLTA Kayan Cascade berkapasitas 900 Megawatt (MW), tahap kedua 1.200 MW, tahap ketiga dan keempat masing-masing 1.800 MW, dan tahap kelima 3.300 MW,” tambahnya.

Baca Juga :  Standar Nilai Masuk SMA Garuda Kaltara Lebih Rendah Dibandingkan Jawa dan Sumatera

Sementara itu, Direktur Operasional PT KHE Khaeroni menuturkan dalam waktu dekat proses pengerjaan kini tengah menuju perluasan seperti pembangunan jalan. Dimana saat ini pihaknya tengah mengerjakan pembangunan infrastruktur berupa pembangunan jalan dari jalan PU terdekat menuju titik bendungan Kayan 1 yang jaraknya kurang lebih 12 km.

“Selama 11 tahun PT KHE tidak pernah berhenti bekerja. Semua proses kita jalan, mulai dari survey lokasi, desain hingga mengurus perijinan yang jumlah mencapai puluhan izin. Sampai saat ini progres pembangunan jalan ini sudah sekitar 30 persen,” sebut Khaeroni.

Dia menjelaskan pembangunan PLTA ini memiliki prospek yang bagus dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar lokasi, warga Tanjung Selor maupun masyarakat Kaltara secara umum.

Baca Juga :  Kemenag Kaltara Siapkan Rumah Ibadah untuk Persinggahan Pemudik Selama Idulfitri

“Jadi secara umum dukungan warga sekitar untuk pembangunan bendungan Kayan cukup bagus, juga dari pemerintah daerah dan pusat,” tuturnya.

Tak hanya itu, dalam pengerjaan proyek tersebut, pihaknya  sengaja melibatkan kontraktor dan tenaga kerja lokal. Pemberdayaan kontraktor dan tenaga kerja lokal ini bukan tanpa alasan. Hal ini dilakukan agar masyarakat sekitar merasakan juga manfaat proyek ini.

“Kami memang sengaja menggunakan kontraktor dan tenaga kerja lokal untuk pembangunan proyek. Ini penting  agar mereka juga merasakan manfaat dari proyek ini, bukan orang dari daerah lain,” ujarnya.

Khaeroni mengatakan dalam proses pengerjaan di lapangan setidaknya ada 4 vendor yang terlibat. Semuanya dari daerah setempat, lalu tenaganya juga dari warga sekitar proyek. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *